Kamis, 02 Oktober 2014

Perjanjian!!


Summary : sebuah pertemuan tiba tiba yang tak sungmin sangka adalah Perjanjian yang membuat dirinya sudah di tandai oleh seorang devil tampan dari kerajaan Angelon. KyuMin slight HaeMin Jungmin

Chapter 1

Sungmin POV

Tatapan mata itu selalu memancarkan ketenangan setiap kali aku menatapnya, meski dari jauh pun tetap saja aku selalu merasa tenang. Tapi Menyedihkan kau Lee sungmin, hanya bisa menatapnya dari jauh melihatnya tersenyum bersama teman temannya. Aku memang tak berani mendekatinya, lihat saja dia begitu sempurna lagipula kita ini sama sama NAMJA, aku tak ingin dia jijik kepadaku karena mengiraku gay.

“Hah” lagi lagi hanya bisa kuhembuskan nafas pelan, dan berjalan berlawanan arah dengannya, namun sekali lagi ku tengok ke belakang menatapnya dalam diam kemudian aku pergi.

Aku melangkahkan kakiku menuju kelas 2-1, walau ini masih begitu awal untuk masuk kelas, biasanya murid yang lain akan datang 5 menit sebelum masuk dan ini masih setengah jam awal. Aku mendudukan diriku perlahan di kursi paling belakang, tempat favoritku dimana tak akan ada yang bisa menggangguku melakukan kegiatanku, menulis kisah tentang dirinya. Kisah seorang namja tertampan di sekolah yang bernama Cho Jungmo, sekali lagi aku menulis kisah tentangnya, membuatnya seolah adalah pangeran di kehidupanku.

Kriieetttt

Aku terlonjak kaget, tak biasanya ada murid kelas 2 yang sudah datang jam jam ini, aku pandang pintu kelasku yang terbuka perlahan itu, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, jujur perasaan takutku telah mendominasi diriku.


Dia masuk dengan cepat setelah memastikan tidak ada siapapun kecuali aku, di tutupnya cepat pintu kelasku, jangan tanyakan kenapa aku diam, karena aku tak bisa bicara sama sekali jantungku semakin cepat berdetak karena sekarang seorang pangeran sekolah Cho Jungmo ada di hadapanku berjalan ke arahku dan menatapku.

“Kau Lee Sungmin ne” katanya sambil mendudukan dirinya di kursi sebelahku, segera aku menutup buku dan menyimpannya di bawah pantatku.

“N-ne sunbae” kataku pelan namun aku menunduk tak berani menatap matanya.

“Tak perlu gugup Minnie, pandang saja aku” katanya lagi, segera aku naikkan wajahku perlahan, melihat wajah tampannya yang sedekat ini denganku malah membuatku ingin pingsan rasanya.

“Coba sejak dulu aku melakukan ini padamu, kau tak akan pernah merasa cintamu tak terbalas, kau sebenarnya sangat manis Minnie, coba lepaskan kacamatamu dan pakailah ini” katanya yang membuatku tersipu, dia segera melepas kacamataku dan membantuku memakai contact lens berwarna biru. Dia memandangku lama setelah selesai membantuku memakai contact lens, jantungku semakin berdebar ketika dia tersenyum kepadaku.

“Benar kan kau begitu manis, sekarang biar aku rapikan rambutmu” katanya lagi, namun aku menolak.

“Ayolah Minnie kau kan akan menjadi namjachinguku jadi kau harus tampak manis jika berjalan denganku, kita tunjukkan pada seisi sekolah bahwa kau milikku” kata katanya yang membuatku kaget dan benar benar membuat pipiku merona.

Aku hanya diam membiarkan dia mengoatik atik rambutku bahkan ia ingin mengecat rambutku dengan spray blonde, tapi aku menolaknya dengan halus hingga akhirnya dia pasrah dan tidak jadi mengganti warna hitam rambutku. Sekitar 5 menit kemudian dia selesai dan memintaku melihat wajahku sendiri.

“Ini a-aku” kataku sendiri, aku tak percaya aku akan semanis ini, benarkah ini wajahku padahal yang di rubah hanya rambut dan kacamataku saja.

“Mulai sekarang kau adalah milikku, jangan ada orang lain di hatimu”

Cup

“Anggap ciuman singkat ini menandakan hubungan kita di mulai” katanya lagi yang membuatku langsung merona, aku suka di perlakukan seperti ini, aku tak menyangka perasaanku yang sudah lama aku pendam terbalaskan.

“Aku kembali ke kelasku dulu ne chagi, nanti istirahat aku datang lagi” katanya lagi namun kali ini dia mencium keningku lalu pipiku yang gembul.

Dia pergi meninggalkan aku yang tengah mematung karena kaget, seklias muncul senyum tipis di bibir semerah cerryku. Aku? Menjadi kekasih seorang Cho Jungmo? Apa ini nyata? Ku tepuk tepuk pipiku dan kucubit lenganku.

"Awwww" ternyata sakit, berarti aku tidak bermimpi. Ya Tuhan, aku senang sekali.

Tanpa sadar aku melompat lompat girang seperti seorang yeoja yang baru saja jadian. Beberapa orang yang baru saja masuk dan melihatku langsung terdiam mematung, aku menghentikan kegitanku tadi yang sangat memalukan itu. Uh, seharusnya aku tidak terlalu lebay begitu, sekarang malah membuatku malu kan.

"Kau merubah penampilanmu, hyung?" tanya Ryeowook yang segera berjalan menuju ke arahku. Aku bukannya langsung menjawab pertanyaan Ryeowook tapi malah langsung memeluknya erat.

"Eoh hyung, lepaskan aku, kau mau membunuhku!" seru Ryeowook, aku segera melepas pelukan eratku karena kembali lagi beberapa teman sekelasku mulai memperhatikanku lagi.

"Kau tahu Wookie, sekarang aku punya namjachingu" kataku pada Ryeowook yang langsung membuatnya terkejut.

"Memang siapa namjachingumu hyung?" tanya Ryeowook.

Aku mendekatkan bibirku ke arah Ryeowook "Dia Cho Jungmo, wookie" kataku.

"MWO, JUNGMO?" teriak Ryeowook dan aku langsung membekap mulutnya itu.

"Dan dia yang merubah penampilanku, lihat aku tampan dan manis kan" kataku pada Ryeowook.

Tapi dia sepertinya masih syok hingga tak menjawab kata kataku.

"Kau serius hyung? Cho Jungmo si pangeran sekolah itu kah?" tanya Ryeowook yang sepertinya tidak percaya.

"Ne, aku serius Wookie, dia tadi datang kemari dan menciumku" ceritaku pada Ryeowook, dia sempat syok beberapa saat lalu tersenyum seolah ikut bahagia denganku. Tiba tiba dia memelukku dengan erat.

"Chukae ne hyung, akhirnya kau dapatkan cintamu" kata Ryeowook. Aku hanya mengangguk dan pipiku kembali bersemu merah.

"Jangan senang dulu" tiba tiba senyumku memudar ketika Kibum yang duduk di meja sebelahku mengatakan hal itu. Dia berkata tanpa berpaling dari buku kesayangannya.

"Waeyo Bummie?" tanyaku.

"Bukannya aneh ya hyung? dia tiba tiba datang, menciummu dan mengatakan dia juga mencintaimu, dan semua itu terjadi dalam waktu singkat" kata Kibum yang kini sudah beralih memandangku, yaah, Kim Kibum adalah murid terpandai di sekolah ini, analisisnya selalu benar dan dia orang yang kritis dalam menanggapi sesuatu. Tapi kata katanya selalu pedas dan tidak memikirkan perasaan lawan bicaranya.

"Coba pikirkan lagi hyung, jangan sampai kau menjadi bahan permainan manusia satu itu" katanya yang sepertinya sudah sangat mengenal Jungmo.

"Sudahlah Bummie, biarkan mereka jalani dulu lah, jangan menakut nakuti Sungmin hyung seperti itu, Jungmo sunbae kan tidak seperti itu" bela Ryeowook.

"Okelah kalau begitu, terserah kalian saja" kata Kibum akhirnya sambil kembali menekuni buku kesayangannya.

Aku segera duduk di kursiku, begitu pula Ryeowook yang langsung mendudukan dirinya di kursinya tepat di sebelah kananku. Aku sedikit memikirkan perkataan Kibum, apa benar yang dikatannya itu. Aku sendiri bingung harus percaya atau tidak, soalnya Kibum hampir tak pernah salah.

"Sudahlah hyung jangan dipikirkan, yang penting sekarang fokuslah pada hubungamu" kata Ryeowook, sontak aku tersenyum memandang Ryeowook. Benar juga apa kata Ryeowook, aku harus fokus pada hubunganku dan akan kutunjukkan pada Kibum kalau kata katanya kali ini salah. Dia juga manusia kan, masih bisa salah.

"Ne Wookie" kataku pada Ryeowook.

"HEI! Lee Sungmin" aku terkejut ketika mendengar sebuah suara memanggilku dengan kerasnya, segera aku menengok ke arah depan kelas. Ku lihat beberapa orang berjalan mendekat ke arahku, reflek aku beringsut mundur. Setahuku mereka adalah beberapa sunbaeku, ada satu yang aku kenali, dan namja itu sangat sering bersama dengan Jungmo, namanya Lee Donghae.

Sekarang mereka sudah berada di hadapanku, memandangku tajam dan tanpa berkedip. Aku sudah takut kalau saja mereka akan menghajarku sebentar lagi. Salah seorang dari mereka mengulurkan tangannya mendekat ke arah wajahku, reflek aku langsung menutup mataku. Tapi . . .

"Dia manis juga, tentu saja tanpa kacamata dan rambut rapinya" kata orang itu sambil memegang wajahku.

"Benar kan, kan sudah aku katakan kalau dia itu sebenarnya manis" kata orang lain lagi.

"Mi-mianhae, ini ada apa ya?" tanyaku.

Mereka semua langsung memandangku tanpa melepas wajahku, kecuali Donghae yang nampak tak peduli. Lalu untuk apa dia disini kalau nyatanya dia nampak tidak begitu peduli denganku.

"Ani, hanya ingin melihatmu, apa kau tidak tahu, kau sedang menjadi trending topic di sekolah ini" kata namja itu.

"Mwo?"

"Hei Hei Hei!! Kalian anak kelas 3 kenapa di sini" semua orang langsung menengok ke arah depan kelas, di sana sudah berdiri Kim Sonsaeng yang nampak marah karena di acuhkan. Eh, sejak kapan dia berada di sana, aku tak melihatnya sama sekali.

"Mianhae Kim Sonsaeng, kajja" kata Donghae yang sejak tadi diam. Mereka langsung pergi begitu saja, tapi salah seorang dari mereka menatapku kembali, dan mengedipkan sebelah matanya.

"YA! YA! Choi Siwon apa apaan kau, cepat kembali ke kelasmu" ooh, jadi namja tadi bernama Choi Siwon. Aah, sudahlah, sekarang lebih baik aku fokus ke pelajaran dulu. Uh, aku sudah tidak sabar untuk segera istirahat dan bertemu Jungmo.

.
.
.

“Ugh, kapan sih istirahatnya aku ingin ke toilet ini, ah sekarang saja ah” kataku sambil bangkit dan menuju ke tempat Kim Songsaengnim menulis di papan tulis.

“Kim Songsaeng, saya ijin ke toilet ne” kata ku sopan, kulihat Kim songsaengnim hanya mengangguk sambil kembali melanjutkan kegiatannya. Aku berjalan cepat menuju toilet dekat kelasku, namun penuh, akhirnya aku putuskan menuju ke toilet anak kelas 3 di lantai atas, aku sedikit deg degan Karena yang akan aku lewati adalah kelas Namjachinguku sendiri.

Aku hanya tersenyum sendiri bila mengingat kejadian tadi pagi, eh aku malah lupa mau ke toilet, segera aku masuk ke dalam toilet yang sepi itu dan masuk ke dalam salah satu bilik. Segera ku selesaikan acara sakralku ini.

Cklek Tap Tap Tap

“Jungmo, kau serius dengan namja itu” kuurungkan niatku untuk membuka pintu bilik ini ketika aku mendengar nama namjachinguku di sebut oleh seseorang.

“Molla, aku tak begitu serius dengan namja itu, hei lagipula aku hanya bermain main dengannya, bukannya kalian tahu kalau aku sudah punya Kibum” aku menutup mulutku tak percaya mendengar pengakuan yang sangat menyakitkan itu. Dia hanya mempermainkanku, Kibum apa mungkin yang Ia maksud adalah Kim Kibum sahabatku, teman paling setiaku menusukku dari belakang, kau memang sangat kasihan Lee Sungmin, kau terlalu bermimpi menjadi kekasih seorang Cho Jungmo. Pasti tadi Kibum tertawa di balik kata katanya yang memperingatiku, dia merasa sangat kasihan padaku karena hanya dipermainkan kekasihnya itu.

“Sudahlah, kajja kita kembali ke kelas”

Tap Tap Tap Cklek

“Hiks” satu air mataku lolos dengan sempurna, meninggalkan jejak yang sangat jelas terlihat.

“Kau tega sekali sunbae mempermainkanku, Tuhan apa salahku, apa yang salah denganku, hiks” kataku lagi di sela sela tangisanku. Ku dudukkan diriku di dudukan toilet, kututup wajahku dengan kedua tanganku.

‘Cih, cengeng sekali’ aku tersentak kaget, aku kira itu Jungmo namun ternyata bukan, malah ada seorang namja di depanku sambil menyilakan tangannya di dada menatapku seolah meremehkanku. Dia lumayan tampan, tubuhnya juga tinggi, tapi kulitnya sangat pucat. Tapi tunggu dulu, bukankah aku masih ada di dalam bilik, pintu aku kunci lalu kenapa orang ini ada di depanku.

“AARRRGGHHHT” aku kaget dan aku jatuh terduduk lalu kurasakan semuanya gelap.

Sungmin POV End

TBC

0 komentar:

Posting Komentar