Summary : Dia namja yang cantik, tapi kelakuannya selalu membuat pusing orang lain. Sifatnya manja tapi hobinya membuat kerusuhan hingga mau tidak mau kekasih tampannya memberi pelajaran yang akan membuatnya kapok *mian summary gagal
Chapter : 1
"KIM
JAEJOONG!!!" suara menggelegar itu cukup membuat seluruh penghuni
sekolah terdiam, seketika sunyi senyap kecuali untuk sang namja yang
kini mengoceh tak jelas di dalam ruang guru. Sepertinya namja cantik
kita satu ini sedang membuat kesalahan besar.
"YA!
berhenti mengoceh" kata sang Seonsaeng yang kini sudah terengah engah
karena teriakannya sendiri, seperti petir di siang bolong.
Jaejoong
terdiam namun menatap datar Seonsaengnim yang kini gantian mengoceh
sendiri, Jaejoong jengah selalu berhadapan dengan Seonsaengnim bawelnya
itu. Tapi bukan hanya Jaejoong saja yang jengah melihat Seonsaengnimnya
ini, bahkan hampir seluruh sekolah pun sebal dengan Seongsaengnim yang
bernama Kim Heechul ini.
"Aish
kenapa kau selalu membuat masalah Kim Jaejoong, untung saja Appamu itu
salah satu penyumbang dana yang cukup besar kalau tidak sudah ditendang
kau dari sekolah elit ini" gerutu Kim Heechul sambil menatap tak suka
pada Jaejoong. Jaejoong hanya mendecih perlahan tapi masih cukup
terdengar oleh Kim Heechul , hingga membuat Kim Heechul kembali murka.
"YA!
tak sopan sekali kau, sudah bosan aku mengurusimu huh" teriak Heechul,
Jaejoong hanya menghela nafas pelan seolah ini bukan beban berat
untuknya.
"Aku
juga bosan padamu, kenapa tidak Seonsaeng lain saja yang mengurusiku
Kim songsaeng" jelas Jaejoong, Heechul mendelik tajam wajahnya sudah
merah karena marah, namun segera di redamnya. Dia menarik nafas lalu
menghembuskannya berkali kali, namun rasa marahnya tak kunjung mereda.
"Cukup
Kim Jaejoong, besok bawa orang tuamu ke sini" kata kepala sekolah yang
tiba tiba muncul di belakangnya, Jaejoong membalik badannya dan menatap
takjub sang kepala sekolah, seringai tipis muncul di bibir Jaejoong.
Memang inilah yang ia tunggu. Hooo, sepertinya namja cantik ini punya
rencana lain.
"Tapi
orang tua saya tak akan mau datang ke sini, acara sumbang dana saja di
wakili apalagi untuk urusan sepele seperti ini" jelas Jaejoong, Kim
Heechul dan kepala sekolah hanya menghela nafas perlahan, membenarkan
ucapan Jaejoong.
"Kalau begitu walimu saja" kata Kim Heechul.
"Ne,
aku akan membawanya ke mari besok songsaeng" jelas Jaejoong lalu dia
keluar dari ruang guru yang beralih fungsi menjadi tempat penghukuman
khusus untuknya. Kau sungguh spesial Kim Jaejoong.
Jaejoong
berjalan santai tanpa peduli tatapan beberapa orang yang berada di luar
kelas mereka, tubuh tingginya serta wajah cantiknya membuatnya menjadi
pusat perhatian, apalagi matanya yang sekarang nampak berbinar semakin
menambah kecantikan dari wajahnya. Tapi sayang Kim Jaejoong termasuk
dalam daftar orang yang harus di hindari, selain hobinya yang suka
membuat onar, dia juga cukup sombong. Oh tapi Jaejoong tak peduli dengan
predikat itu, yang pasti siapapun pasti tidak akan bisa menolak
pesonanya.
"Jae hyung" panggil seseorang di belakang Jaejoong, sontak Jaejoong langsung menoleh ke belakang dan langsung tersenyum lebar.
"Minnie" serunya sambil berjalan mendekat ke arah namja yang Ia panggil Minnie tadi.
"Issh, jangan panggil aku dengan panggilan aneh itu di sekolah Jae hyung" protes namja itu.
"Tapi
itu terdengar manis untukmu Min -" Jaejoong langsung menghentikan
bicaranya ketika namja yang sedang diajaknya bicara itu menatap tajam
dirinya.
"Ne
ne Shim Changmin" kata Jaejoong dengan senyum yang sudah memudar. Ia
sangat tidak suka jika menyebut Changmin dengan nama aslinya, baginya
nama itu terlalu panjang untuknya, melelahkan. Sepertinya Jaejoong tidak
sadar kalau namanya juga panjang.
"Kau terlihat senang hyung" kata Changmin mengalihkan pembicaraan.
"Eumm, itu karena.. aah rahasia pokoknya Min" kata Jaejoong sambil tersenyum malu malu.
Changmin
heran memandang hyung sekaligus sahabat baiknya itu. Bagaimana mungkin
namja semanis dan selucu ini suka membuat onar di sekolah dan di luar
sekolah. Benar benar membuat Changmin merasa heran.
"Aigoo
hyung, kau itu tidak ada pantas pantasnya menjadi namja brandalan, mana
ada namja brandalan suka bersikap manja seperti yeoja"
Mendengar
kata kata Changmin, Jaejoong kembali merengut. Apa yang salah dengan
itu semua, lagipula Jaejoong suka melakukan hal hal yang berbau namja,
jelaslah kan dia memang namja. Apalagi memang hobinya itu suka membuat
onar, rasanya dia benar benar senang setelah membuat onar di mana mana.
Tak
lama sebuah mobil hitam berhenti tak jauh dari Jaejoong dan Changmin,
tanpa perlu melihat siapa pengemudinya Jaejoong sudah tahu kalau mobil
itu berhenti untuknya. Segera Ia berlari kecil menuju ke arah mobil itu
dan meninggalkan Changmin yang melotot menatap Jaejoong.
"Dasar" gerutu Changmin sambil berjalan menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Sementara
itu, Jaejoong sudah di samping mobil itu dan dengan antusias membuka
pintu mobil itu. Sang empunya mobil tersenyum sumringah melihat orang
yang memang ingin Ia jemput sudah berada di hadapannya.
"Joongie"
kata sang empunya mobil. Jaejoong yang mendengarnya langsung tersipu,
wajahnya merona dan terlihat begitu manisnya. Karena saking gemasnya, si
empunya mobil langsung mencubit pipi Jaejoong hingga Jaejoong kembali
mengerucutkan bibirnya imut.
"Sakit Yunnie" kata Jaejoong masih dengan mengerucutkan bibirnya.
"Aww
Boo, kau mau aku cium ne" balas namja itu. Wajah Jaejoong langsung
bersemu merah ketika mendengar kata kata itu. Tak lama setelah itu Ia
kembali memandang namja yang berada di sampingnya.
"Yunnie
besok datang ke sekolah ne, ada pertemuan dengan seonsaengnim" jelas
Jaejoong. Namja yang di panggil Yunnie itu menatap Jaejoong dengan
pandangan menyelidiki.
"Kau pasti nakal lagi ne" jawabnya.
"Anio
Yunho~ah, seperti biasa aku hanya menyalurkan hobiku" jawab Jaejoong
dengan tersenyum. Yunho menatap Jaejoong yang notabene telah menjadi
kekasihnya itu dengan tatapan heran. Namja manisnya sangat nakal pikir
Yunho. Tapi Yunho tersenyum kemudian melajukan mobilnya untuk pulang ke
rumahnya.
Yah
Yunho selalu membawa Jaejoong pulang ke rumahnya terlebih dahulu
sebelum memulangkan namja cantiknya itu pulang ke rumahnya sendiri. Dan
Jaejoong tak pernah keberatan dengan hal itu. Bermesraan dulu dengan
kekasihnya bukan hal yang salah kan. Lagipula kedua orang tua Jaejoong
sudah mengenal keluarga Jaejoong dengan baik, dan tentu saja mereka
sangat menyukai Jaejoong.
-TBC-
0 komentar:
Posting Komentar