*ganti
summary* : Dia namja yang cantik, tapi kelakuannya selalu membuat
pusing orang lain. Sifatnya manja tapi hobinya membuat kerusuhan hingga
akhirnya kekasih tampannya memberinya pelajaran penting yang akan
membuatnya sadar
Chapter : 3
Mobil
milik Junsu sudah terparkir rapi di depan rumah mewah miliknya. Tak
lama Jaejoong keluar dari mobil lalu mengambil belajaannya yang super
besar tadi, yaitu sebuah boneka gajah. Jaejoong masuk ke dalam rumah
dengan senyum yang sangat lebar. Sepertinya dia tidak sadar akan
kesalahannya tadi pada sang kekasih, Yunho. Tak lama Junsu juga ikut
keluar dari mobil dengan membawa beberapa belanjaannya tadi.
"Yunniieeee" teriak Jaejoong saat di lihatnya Yunho sudah berdiri di depan pintu rumah sambil tersenyum tipis.
Junsu segera melihatnya dan dahinya mengerut heran.
'Apa Yunho tak marah dengan perlakukan Joongie tadi?' batinnya sambil terus menatap putra semata wayangnya itu dengan curiga.
'Aah sepertinya anak itu sudah benar benar dimabuk cinta' batin Junsu lagi sambil menghapuskan kecurigaannya.
"Boo,
sini biar aku bawakan bonekamu, sepertinya kau menikmati hari ini ne"
kata Yunho dengan lembut sambil mengambil boneka gajah itu dari tangan
Jaejoong.
"Tentu saja Yunnie, Joongie senang sekali hari ini"
katanya sambil bergelayut manja di lengan Yunho dan membuat Yunho
sedikit kuwalahan karena juga harus membawa boneka gajah besar itu.
"Nah kalau begitu sekarang Joongie istirahat dulu baru nanti malam aku antar pulang" kata Yunho.
"Ani Yunnie, nanti Joongie mau menginap di rumah Yunnie" kata Jaejoong.
"Joongie mau menginap, wah jadi besok kita berangkat bersama, kalau begitu kajja kita ke kamar sekarang" kata Yunho.
"Berhenti!" tiba tiba Junsu berkata dengan lantang di belakang Yunho dan Jaejoong hingga mereka berbalik.
"Waeyo Umma?" tanya Yunho.
"Nanti Joongie biar tidur dengan Umma saja, kau tidur dengan boneka gajahnya" kata Junsu dengan santainya lalu menarik Jaejoong.
"Ani
Umma, kau bisa meracuni pikiran Jaejoong dengan kemesumanmu itu lagi"
kata Yunho sambil menarik kembali Jaejoong dengan satu tangannya.
"Akan
lebih berbahaya kalau Joongie tidur denganmu, beruang mesum" kata Junsu
lagi sambil mempertahankan pegangannya pada tangan Jaejoong.
"Aku tidak mesum Umma" bantah Yunho.
"Masa? Buktinya tadi kau terlihat sangat terangsang" sanggah Junsu.
"Issh
Umma, itu karena kau yang meracuni pikiran Joongie untuk melakukan hal
itu" balas Yunho lalu menaruh boneka gajah milik Jaejoong di lantai.
"Aku tidak meracuninya, itu karena kemauannya sendiri Tuan muda Jung" kata Junsu.
"Aaah, Umma terlalu banyak berbohong, kajja Joongie kau tidur denganku saja" kata Yunho sambil menatap Jaejoong penuh harap.
"Joongie tidur dengan Yunnie saja Umma, ada yang mau Joongie bicarakan soalnya" kata Jaejoong.
"Emm
begitu? Ya sudahlah, tapi hati hati dengan beruang mesum ini ne
Joongie, dia bisa saja lepas kendali" kata Junsu sambil tertawa.
"Terus saja Umma, selalu saja menjahiliku, seperti anak kecil saja" kata Yunho sambil merengut.
"Ya!!!
Jung Yunho, harusnya kau bersyukur kalau aku ini Ummamu, mana ada Umma
yang sebaik dan selucu Ummamu ini" kata Junsu membanggakan dirinya
sendiri.
"Ne ne, terserah Umma saja lah, kajja Joongie kita ke
kamar" kata Yunho pada Jaejoong lalu mengambil boneka gajah yang tadi
sempat Ia letakkan di lantai.
Lagi lagi Jaejoong bergelayut manja
pada Yunho. Yunho nampak sedikit kesal karena menjadi cukup kuwalahan
dengan sikap manja Jaejoong sekarang, tapi walaupun kesal Yunho tak akan
pernah marah atau memaki Jaejoong. Mungkin karena cintanya yang sudah
benar benar berkarat di hatinya hingga susah di hilangkan.
"Joongie ke kamar dulu ne Suie Umma" kata Jaejoong sambil menengok ke arah Junsu yang tersenyum tipis.
"Ne,
hati hati Joongie, kalau ada apa apa Umma ada di lantai bawah" kata
Junsu setengah berteriak karena Yunho melangkah semakin cepat.
"Dasar anak itu" gerutu Junsu lalu segera menuju ke kamarnya yang berada di dekat tangga.
Yunho
berjalan dengan hati hati ketika menaiki satu persatu anak tangga,
selain karena harus membawa boneka gajah besar milik Jaejoong. Ia juga
harus mempertahankan keseimbangannya karena Jaejoong masih bergelayut
manja di lengannya. Tapi tetap saja hal itu tidak mengurangi senyum
tipis yang sejak tadi terlihat di bibir Yunho. Sepertinya ada yang aneh
dengan Yunho kali ini, padahal tadi dia nampak begitu kesalnya karena
Jaejoong sudah mengerjainya. Atau apa mungkin ada hal lain yang
membuatnya begitu senang seolah kejadian tadi bukan apa-apa.
Tak lama mereka akhirnya sampai di depan pintu kamar milik Yunho.
"Tolong bukakan pintunya Joongie, tanganku penuh" kata Yunho.
Jaejoong
tak menjawab tapi langsung membuka pintu kamar yang cukup besar itu.
Pintu besar itu pun terbuka dan memperlihatkan isi kamar Yunho yang
tergolong cukup mewah. Mereka berdua segera masuk ke dalam kamar dan
Jaejoong kembali menutup pintu kamar itu.
"Waah, hiasan gajah
milik Joongie masih Yunnie simpan ne" kata Jaejoong saat pandangan
matanya melihat ke arah rak rak yang berisi beberapa hiasan gajah.
"Tentu
saja, kan benda benda itu selalu mengingatkanku pada Joongie" kata
Yunho sambil tersenyum tipis lalu segera menaruh boneka gajah milik
Jaejoong itu di kasurnya.
"Aah, Yunnie romantis sekali" kata Jaejoong dengan malu malu.
Yunho
tak langsung menjawabnya tapi malah memeluk Jaejoong dengan erat. Di
hirupnya kuat kuat wangi vanila yang menguar dari tubuh Jaejoong. Bahkan
rasanya tak pernah ada rasa puas setiap menghirup wangi tubuh Jaejoong.
"Saranghae Jung Jaejoong" kata Yunho setelah melepaskan pelukannya dan kini mereka saling berhadapan.
"Nado saranghae Yunnie" balas Jaejoong dengan senyumnya yang selalu membuat Yunho lupa diri.
Yunho
dengan perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Jaejoong, tinggal
beberapa senti lagi bibir mereka pasti akan bertemu, tapi tiba tiba
Jaejoong mengalihkan wajahnya dengan tanpa dosa.
"Waeyo Joongie?"
kata Yunho setelahnya. Bahkan terlihat raut wajah kecewa darinya,
mungkin karena ini sudah ke dua kalinya Jaejoong membuatnya seperti ini.
"Aaah, mian Yunnie, Joongie baru saja ingat sesuatu" kata Jaejoong.
"Memangnya apa Joongie?" tanya Yunho dengan lembut, tentu saja dengan hati yang masih sebal.
"Joongie
memesan pelatih senam tadi siang, mungkin besok akan ke mari, kalau
jadi" kata Jaejoong yang langsung membuat Yunho mengerutkan keningnya,
heran.
"Pelatih senam? Kau yakin Joongie, bukankah kau tidak suka olahraga?" tanya Yunho.
"Maka dari itu Joongie ingin merubah kebiasaan Joongie, besok temani Joongie ne" kata Jaejoong.
"Haah, ya sudahlah, memangnya kau sudah janjian jam berapa Joongie?" tanya Yunho.
"Belum tahu, ini masih menunggu konfirmasi dulu dari pihak sana" kata Jaejoong sambil tersenyum.
"Baiklah,
tapi setelah pulang sekolah kan, karena aku masih ingat kalau kita ada
pertemuan dengan songsaengmu itu?" kata Yunho dan membuat Jaejoong
mengangguk dengan semangat. Jelas dia tidak lupa akan pertemuan itu,
karena memang itu juga yang sangat Jaejoong tunggu tunggu.
"Ne Yunnie" kata Jaejoong setelah diam sebentar.
"Baiklah, kalau begitu istirahatlah dulu Joongie" kata Yunho sambil tersenyum lalu mengelus rambut Jaejoong sayang.
"Ne Yunnie, sekalian Joongie mau menelepon Umma, mengabari kalau Joongie menginap di sini" kata Jaejoong.
"Ne, aku mandi dulu ne Joongie" kata Yunho lalu berlalu dari hadapan Jaejoong yang tengah sibuk dengan ponselnya.
Yunho
segera menuju ke lemarinya untuk mengambil handuk, lalu segera masuk ke
kamar mandi yang berada tak jauh dari sana. Yunho segera menuju ke
bathtub dan menyetel suhu air agar tak terlalu dingin. Setelahnya dia
mulai melepas satu persatu pakaian yang menempel pada tubuhnya. Tak
perlu menunggu terlalu lama bathtub itu sudah terisi cukup penuh air.
"Haaah, lelah sekali rasanya" kata Yunho saat air sudah membenamkan tubuhnya sampai sebatas dada.
Yunho
segera membenamkan dirinya lebih dalam lagi sampai menutupi puncak
kepalanya dan Ia menikmatinya untuk beberapa saat. Hingga setelah paru
parunya meronta minta di isi udara, barulah Yunho keluar dari air.
Dihirupnya oksigen sebanyak banyaknya lalu tersenyum tipis.
"Jung Jaejoong, siap siap saja menerima pelajaran dari beruang ini" katanya setelahnya.
***
Jaejoong
beberapa kali mencoba menghubungi Ummanya, namun sama sekali
panggilannya tidak di angkat. Mungkin ini sudah ke-10 kalinya dia
menelepon Ummanya, tapi tetap saja tidak di angkat. Dan setelah
panggilan ke-11 nya ini berakhir, Ia segera mengetik nama Appanya dan
menghubunginya. Tapi sama saja, malah panggilannya ini di jawab oleh
operator.
"Bagaimana Joongie minta ijin kalau mereka sama sama sibuk seperti ini" kata Jaejoong dengan kesal.
"Aah, Joongie kirimi pesan saja lah" kata Jaejoong lalu mulai mengetikkan pesan singkatnya untuk kedua orang tuanya itu.
Pesannya
sudah dia kirim, tapi belum ada laporan terkirim yang terlihat di layar
ponselnya. Jaejoong nampak merengut lalu merebahkan dirinya di kasur
besar milik Yunho, sambil meletakkan ponselnya di sisinya.
Drrt Drrt
Jaejoong segera bangkit dan mengambil ponselnya ketika getaran itu di rasakannya.
"Bukan Um ma dan Appa, tapi Siwon~ssi" kata Jaejoong.
Pesan
singkat dari Siwon itu langsung di buka oleh Jaejoong dan senyumnya
langsung merekah begitu selesai membaca pesannya itu. Umpannya telah di
makan, pikir Jaejoong.
From : Siwon~ssi
Joongie, besok aku datang ke rumahmu ne, sekitar pukul 3 sore, kau di rumah kan?
Setelahnya langsung dibalasnya pesan dari Siwon itu dengan senyum jahilnya tentu saja.
To : Siwon~ssi
Ne, Joongie di rumah kok, kalau begitu Joongie tunggu di rumah ne? oh ya apa Yuri ikut?
Sent!
Jaejoong
tersenyum sendiri ketika membalas pesan dari Siwon itu, sebenarnya dia
sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran pada namja yang sudah punya
anak itu. Salah siapa berani mengganggu namja yang sudah berpasangan
ini. Ho, sangat terlihat sekali kan kalau Jaejoong sangat mencintai
beruangnya itu, bahkan dia sampai mau memberi pelajaran untuk namja yang
sedang mencoba mendekatinya ini.
Drrt Drrt
Tanpa menunggu lama Jaejoong segera membuka pesan yang sudah jelas dari Siwon itu.
From : Siwon~ssi
Tentu saja Yuri ikut, dia akan sangat senang bertemu denganmu
Jaejoong
merengut kembali ketika mengetahui bahwa yeoja kecil itu ikut. Bisa
gagal rencananya bila yeoja kecil itu ikut, kan dia hanya ingin memberi
pelajaran pada Appanya bukan yeoja kecil itu.
To : Siwon~ssi
Kalau kau datang sendiri dulu bagaimana Siwon~ssi?
Sent!
Drrt Drrt
"Cepat sekali membalas pesanku" kata Jaejoong sambil membuka pesan dari Siwon itu.
From : Siwon~ssi
Ah, baiklah aku akan datang sendiri besok, tunggu aku ne Joongie :)
Jaejoong
mengerutkan dahinya, apa namja yang sedang mengiriminya pesan ini
sangat menyukainya hingga terlihat begitu senangnya. Tapi tak lama
senyumnya kembali terlihat. Tentu saja, kan tak ada yang bisa menolak
Joongie, batin Jaejoong dengan bangganya.
Segera dihapusnya semua
pesan dari Siwon, takut kalau semisalnya Yunho mengutak atik ponselnya
nanti, baru setelah itu Ia letakkan ponselnya itu di atas meja nakas. Ia
kembali merebahkan dirinya di kasur milik Yunho sembari menunggu namja
itu selesai mandi. Bukan apa apa, Jaejoong kan juga perlu mandi, setelah
beberapa waktu tadi berjalan jalan dengan Junsu, tubuhnya serasa
lengket dan tak nyaman.
Cklek
Pintu kamar
mandi terbuka dan Yunho nampak keluar dari sana dengan handuk yang
melilit di pinggangnya. Jaejoong segera bangkit dan melihatnya tanpa
berkedip, padahal dia cukup sering melihat Yunho topless, tapi
sepertinya ada sensasi tersendiri ketika melihat Yunho hanya memakai
handuk. Kembali bayangan bayangan mesum muncul di otaknya itu.
"Mandilah Joongie" kata Yunho sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain dan membuyarkan pikiran pikiran kotor Jaejoong.
Jaejoong
tak menjawab tapi langsung berdiri dan menuju ke arah lemari yang di
berada tak jauh dari Yunho sekarang. Matanya sedikit curi curi pandang
ke arah tubuh Yunho yang terlihat cukup menggodanya sekarang.
"Waeyo Joongie?" tanya Yunho ketika dilihatnya Jaejoong nampak diam tak bergerak di depan lemarinya.
"A-ani
Yun" kata Jaejoong lalu segera mengambil handuk, sebuah kaus dan celana
pendek miliknya yang sengaja Ia tinggalkan di lemari Yunho.
Dengan
cepat Ia melesat masuk ke dalam kamar mandi tanpa melihat ke arah Yunho
lagi, mungkin karena Ia sedang menutupi pipinya yang merona sekarang.
Yunho nampak kembali tersenyum ketika melihat kelakuan Jaejoong baru
saja. Jelas saja Yunho sadar bahwa Jaejoong terus melihatnya tadi.
Sekali sekali menggoda namja yang tak lagi polos itu boleh saja kan,
pikir Yunho.
"Oh yaa Yunnie" tiba tiba saja Jaejoong melongokkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.
Yunho segera berbalik dan melihat ke arah Jaejoong.
"Wae?" tanya Yunho.
"Pelatih senamnya datang besok jam 3" kata Jaejoong lalu menutup kembali pintu kamar mandinya.
Yunho
segera menuju ke lemarinya setelah mendengar perkataan Jaejoong
barusan. Dia memilih milih pakaiannya sambil memikirkan tentang pelatih
senam yang dibicarakan Jaejoong tadi. Apa benar Jaejoong ingin merubah
kebiasaannya, atau ini salah satu kejahilan Jaejoong untuknya. Oh, namja
itu benar benar suka sekali membuat pusing.
Yunho terus saja
sibuk dengan pikirannya sendiri tanpa tahu apa yang sebenarnya
direncanakan Jaejoong itu bukan untuknya. Iya kan, tadi sangat jelas
bahwa yang akan datang ke rumahnya ini adalah Siwon, lalu bagaimana bisa
Jaejoong membuat janji dengan dua orang yang berbeda tapi di waktu yang
sama. Itu hal yang tidak mungkin kan, kecuali kalau dua tokoh itu
adalah orang yang sama. Eem, sepertinya Jaejoong akan benar benar
memberi pelajaran pada orang yang sudah berani mengganggunya itu.
Sayangnya,
Yunho kan tak tahu semua itu, yang dia tahu sekarang adalah waspada dan
memberi pelajaran pada namja cantik yang suka sekali membuat masalah
itu. Kembali lagi pikiran Yunho teringat pada kejadian tadi siang, tadi
dia memang benar benar kesal pada tingkah Jaejoong. Tapi akhirnya
hatinya melunak dan malah memunculkan ide lain untuk memberi pelajaran
yang setimpal padanya. Sepertinya hukum karma akan berlaku pada
Jaejoong.
"Aah aku tak sabar ingin melihat reaksi Joongie nanti" kata Yunho sambil menarik celana pendek dan singlet hitam miliknya.
"Emm, tapi aku juga harus waspada, jangan sampai Joongie mengerjaiku lagi" kata Yunho lagi.
Yunho
segera memakai singlet dan kaus yang diambilnya barusan karena mulai
merasa udara disekitarnya sudah cukup dingin. Kemudian Ia menaruh handuk
basahnya di gantungan yang berada di dekat lemari dan segera merebahkan
dirinya di atas kasur dengan rambut yang belum kering sempurna.
"Huh, semoga saja rencanaku berhasil" kata Yunho lagi.
Cukup
lama Ia diam melihat ke langit langit kamarnya sampai sebuah pikiran
lain muncul di otaknya. Dengan cepat di sambarnya ponselnya yang berada
di atas meja nakasnya, bersebelahan dengan ponsel milik Jaejoong.
"Aku
perlu bantuannya kalau begini" kata Yunho lalu mulai mengetik pesan
singkat untuk seseorang di sana yang bisa membantunya. Tak perlu waktu
lama pesan itu pun sudah dia kirim.
Selama ini Yunho memang nampak
santai seolah tak terlalu terganggu dengan sikap manja dan suka membuat
onar Jaejoong. Toh selama ini dia tidak pernah mendapat perlakuan yang
keterlaluan dari Jaejoong. Tapi kejadian tadi siang itu tentunya tidak
akan mudah hilang dari ingatan Yunho kan. Bagaimana Jaejoong sudah
berani membuatnya tanggung dan Yunho sangat tersiksa akan hal itu. Maka
dari itu Yunho berinisiatif untuk memberi pelajaran pada Jaejoong agar
dia jera. Ya setidaknya agar dia tidak berani lagi mengerjainya seperti
tadi siang itu.
Siap siaplah saja kau Kim Jaejoong, beruangmu sudah mulai menunjukkan sisi liarnya.
"Yunnie" panggil Jaejoong dari dalam kamar mandi.
"Hmmm, wae Joongie?" jawab Yunho sambil bangkit dan duduk di kasurnya.
"Ani, hanya ingin mendengar suara Yunnie saja" balas Jaejoong.
"Kau ini ada ada saja Joongie, sudah selesaikan mandimu baru kita ngobrol lagi" kata Yunho sambil tertawa.
Cklek
"Joongie sudah selesai kok Yunnie" kata Jaejoong.
"Kok cepat sekali mandimu Joongie?" tanya Yunho.
"Loh, padahal Joongie tadi mandinya lama loh Yunnie, aaah apa Yunnie tertidur sampai tidak sadar waktu" kata Jaejoong.
"Mungkin karena sejak tadi aku memikirkanmu" kata Yunho sambil tersenyum.
Jaejoong
hanya tersenyum dan segera mendudukan diri di samping Yunho, lalu mulai
menyandarkan kepalanya di atas pundak Yunho. Untung Jaejoong tak
membasahi rambutnya jadi bahu Yunho tak basah.
"Yun" kata Jaejoong.
"Hmmm?"
"Joongie lapar" kata Jaejoong.
"Waktu makan malam sebentar lagi Joongie, tunggu sebentar ne" kata Yunho.
"Ani pokoknya Joongie mau sekarang" kata Jaejoong yang mulai keluar lagi sikap manjanya.
"Ne Joongie, tapi kan makanan belum siap di bawah" kata Yunho.
Jaejoong langsung menarik dirinya dari Yunho dan membuat Yunho terkejut.
"Yunnie tidak sayang Joongie" kata Jaejoong yang mulai merajuk.
Yunho
menghela nafasnya berat, sungguh susah mengikuti sikap manja Jaejoong.
Apalagi Yunho merasa kalau Jaejoong nampak lebih manja dari biasanya.
Bahkan Yunho sering berpikir, apa hanya dia yang benar benar menggunakan
hatinya untuk mencintai Jaejoong, sedangkan Jaejoong seakan acuh dan
kadang tak peduli.
"Joongie jangan bilang seperti itu, Yunnie sayang sama Joongie" kata Yunho.
"Tapi Yunnie membuat Joongie kelaparan" kata Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya kesal.
"Baiklah baiklah, kajja kita makan" kata Yunho yang mencoba mengalah lagi, tak mau kalau masalah ini menjadi lebih panjang lagi.
"Nah
dari tadi dong Yunnie bilang begitu, kajja" kata Jaejoong dengan penuh
semangat. Dia langsung menarik Yunho turun ke lantai bawah.
Tapi
belum sampai membuka pintu Jaejoong menghentikan langkahnya. Dengan
cepat Ia mengecup bibir Yunho. Yunho nampak terkejut dengan ciuman
tiba-tiba dari Jaejoong itu. Tapi sesaat kemudian bibirnya kembali
melengkungkan senyum, setidaknya pikiran buruknya tentang Jaejoong tak
sepenuhnya benar. Jaejoongnya mungkin memang suka sekali membuat onar
tapi dia masihlah namja yang sudah membuat Yunho jatuh cinta. Hanya
dengan perhatian perhatian kecil yang Jaejoong berikan padanya sudah
cukup menjadi bukti bahwa Jaejoong juga sangat mencintainya.
"Joongie
benar benar sayang sama Yunnie, jangan buat Joongie menyesal sudah
menyayangi Yunnie ne" kata Jaejoong sambil tersenyum.
"Apa selama
ini perhatianku masih kurang untukmu Joongie, sampai kau bicara seperti
itu" tanya Yunho, senyumnya kembali memudar ketika mendengar penuturan
Jaejoong baru saja.
"Hnng, bukan begitu Yun, hanya saja Joongie merasa Yunnie tak lagi sayang sama Joongie" kata Jaejoong.
"Sudahlah Joongie tak perlu berpikir macam macam, kajja kita makan, katanya lapar" kata Yunho dengan senyum yang biasanya.
"Ne, kajja" kata Jaejoong.
Untung
saja ada beberapa makanan yang sudah selesai dibuat oleh para maid di
rumah mewah miliknya itu. Kalau misalnya tidak ada, Yunho harus siap
mendengar rengekan manja dari Jaejoong lagi. Hah, Yunho malah terlihat
seperti sedang mengasuh seorang bayi besar saja.
"Joongie kalau makan pelan pelan saja" kata Yunho sambil memperhatikan Jaejoong yang makan dengan lahapnya.
"Joongie lapar sekali Yun" kata Jaejoong dengan mulut penuh.
'Ting tong ting tong'
Suara bel pintu rumahnya terdengar, dengan sigap salah seorang maid segera menuju ke pintu untuk membukanya.
Cklek
"Nyonya Kim, silakan masuk" kata maid tersebut pada seseorang yang sepertinya sudah cukup dikenali di rumah keluarga Jung itu.
"Dimana Jaejoong?" tanyanya.
"Sedang makan malam Nyonya Kim"
"Ha?
Makan malam, aissh dasar anak itu ini kan belum waktunya" katanya lalu
segera masuk menuju ke ruang makan, seolah dia sudah hapal di luar
kepala tentang tata ruang rumah ini.
Tak lama Ia akhirnya sampai
di ruang makan yang kini dihuni oleh Jaejoong dan Yunho, karena memang
ini belum waktunya makan malam makanya seluruh anggota keluarga Yunho
belum berkumpul.
"Joongie" panggil si Nyonya Kim.
"Umma, kenapa ada di sini?" kata Jaejoong sambil berdiri.
"Tentu saja mengajakmu pulang sayang, Umma tahu kau pasti di sini" kata orang yang ternyata Umma kandung Jaejoong itu.
"Eh, Kim Ryeowook, kenapa kau ada di sini?" tiba tiba Junsu keluar dari kamar karena mendengar suara ribut ribut dirumahnya.
"Tentu
saja menjemput anakku, kenapa nadamu seperti kau tak suka melihatku ada
di rumahmu" kata Ryeowook dengan tatapan mata datarnya.
"Loh apa
Joongie belum memberitahumu kalau dia akan menginap di sini?" tanya
Junsu mengalihkan pembicaraan. Malas kalau harus meladeni perdebatan
dengan Ryeowook.
"Aku tak tahu kalau Joongie akan menginap di sini" kata Ryeowook dengan bingung.
"Joongie
tadi menghubungi Umma dan Appa tapi tidak di angkat, makanya Joongie
mengirimi pesan, apa tidak masuk Umma?" jelas Jaejoong.
"Pesan? Oh tunggu sebentar" kata Ryeowook sambil merogoh tasnya mencari dimana ponselnya berada.
Tak berapa lama ponsel berlogo buah buahan itu terlihat dan Ryeowook nampak mengernyitkan dahinya lalu tersenyum tipis.
"Aah mianhae ne, Umma tak tahu kalau ada pesan darimu" kata Ryeowook.
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Junsu.
"Umma sudah terlanjur kemari Joongie, kajja pulang bersama Umma" kata Ryeowook.
Jaejoong
nampak merengut, padahal dia sudah sangat senang akan menginap di rumah
Yunho malam ini. Tapi mau tak mau dia harus pulang bersama Ummanya,
karena Jaejoong tahu kalau Ummanya itu tidak suka dibantah walaupun
berkata dengan lembut seperti barusan. Dan lagi Jaejoong tak mau
kupingnya berdengung sakit karena mendengar ceramah segar dari namja
yang berstatus Umma kandungnya itu.
"Ne Joongie pulang bersama Umma" kata Jaejoong dengan tidak ikhlas.
"Yasudah kau habiskan dulu makanmu Joongie, nanti aku bantu memberesi barang-barangmu di atas" kata Yunho.
Jaejoong
hanya mengangguk dan kembali meneruskan makannya dengan wajah cemberut,
bahkan kecepatan makannya pun menurun sangat drastis tidak seperti tadi
yang terlihat begitu lahap.
"Suie kajja kita mengobrol dulu
sebentar" kata Ryeowook lalu menarik tangan Junsu dan menyeretnya ke
ruang tamu yang agak jauh dari ruang makan.
Tak berapa lama
setelah Junsu dan Ryeowook meningalkanruang makan, Jaejoong mendorong
piringnya. Yunho melihatnya hanya mengeleng gelengkan kepalanya, soalnya
dia melihat masih tersisa cukup banyak makanan di piring yang didorong
Jaejoong baru saja.
"Joongie sudah kenyang, kajja Yunnie" kata Jaejoong dengan tidak bersemangat.
"Yasudah kajja" kata Yunho sambil bangkit dari duduknya dan mengiringi langkah Jaejoong menuju ke kamarnya.
"Jadi begitu Suie, kau mau bantu ne" kata Ryeowook.
"Kalau aku menolak pun pasti kau akan tetap memaksaku" kata Junsu dengan menatap datar Ryeowook.
"Nah kau sudah tahu kan tabiatku, makanya bantu ne?" kata Ryeowook.
"Baiklah baiklah, mulai kapan?"
"Besok, bagaimana?" tanya Ryeowook.
"Itu terlalu cepat, tidak bisakah kapan kapan saja?" kata Junsu dengan malas.
"Ish kau itu, kalau terlalu lama aku pasti sudah jadi gila karena memikirkannya" kata Ryeowook.
"Sekarang saja kau sudah gila" kata Junsu.
"Mwoya!!!"
"Baiklah, mulai besok" kata Junsu.
"Aku menyayangimu" kata Ryeowook sambil memeluk Junsu dengan erat. Perubahan mood yang sangat cepat, batin Junsu.
"Kau mau membunuhku eoh" kata Junsu karena merasa Ryeowook memeluknya terlalu erat.
"Mian" kata Ryeowook setelah melepaskan pelukannya pada Junsu.
Tak
lama Jaejoong muncul dengan membawa tas sekolahnya dan boneka gajah
besar yang dibelikan Junsu tadi, masih dengan wajah cemberutnya Ia
menghampiri Ryeowook yang kini sudah berdiri menyambutnya.
"Mau pamitan dulu dengan Yunho tidak?" tanya Ryeowook.
"Sudah tadi diatas" kata Jaejoong dengan ketus.
"Yasudah
kajja kita pulang, eeh Suie apa Yunho membelikan boneka itu untuk
Joongie?" tanya Ryeowook ketika melihat boneka gajah besar yang dibawa
Jaejoong.
"Oh itu aku yang membelikannya tadi" kata Junsu.
"Wah calon mertua yang baik" kata Ryeowook.
"Suie Umma Joongie pulang dulu ne, Yunnie Joongie pulang dulu, besok jangan lupa jemput Joongie" kata Jaejoong.
Yunho mengacak rambut Jaejoong sayang lalu tersenyum.
"Ne besok aku jemput di rumah" kata Yunho.
"Suie, Yunho, aku dan Joongie pulang dulu ne" kata Ryeowook.
"Hati hati di jalan ne" kata Junsu.
Pasangan
Umma dan anak itu segera berlalu meninggalkan Yunho serta Junsu di
ruang tamu. Sesekali Jaejoong menengok ke belakang, sedikit berharap
Yunho akan mencegahnya untuk pulang. Bahkan saat menaruh boneka gajahnya
di kursi belakang mobil pun Ia masih mencuri curi pandang ke arah pintu
rumah Yunho yang sayangnya masih tertutup rapat.
"Besok juga
masih bisa bertemu, tak perlu mendramatisir keadaan lah Joongie" kata
Ryeowook sembari membuka pintu mobilnya, begitu pula dengan Jaejoong.
"Issh seperti Umma tak pernah jatuh cinta saja" kata Jaejoong.
"Umma
pernah jatuh cinta tapi tak pernah selebay kalian" kata Ryeowook lalu
mulai menyalakan mesin mobilnya dan segera berlalu dari halaman rumah
keluarga Jung itu. Tak dihiraukannya tampang cemberut dari Jaejoong itu
sama sekali, Umma yang kejam.
-TBC-
0 komentar:
Posting Komentar