Rabu, 29 Oktober 2014

Let Me Go ( Don't let me go )

Let Me Go
KyuMin scene 'bout the wedding of Sungmin and Kim Sa Eun

Summary : hanya sekedar cerita fiksi tentang bagaimana Kyuhyun dan Sungmin menjalani kehidupan mereka setelah skandal Sungmin dan Sa Eun yang akan menikah terkuak.

Don't Like Don't Read

but

Happy Reading chingu (JOYers + ELF)

.
...
.

"Sudah sangat heboh ya" lirih seorang namja muda dengan perawakan tinggi itu sambil menatap berita di layar laptopnya. Sakit hati? Sepertinya dia sudah sering merasakannya sejak kemarin, jadi dia tidak terlalu terkejut lagi dengan berita ini.

"Chukae ne Lee Sungmin" lirihnya lagi sambil mematikan laptopnya. Sekarang dia butuh bantuan siapa lagi untuk menjadi teman curhatnya, dia tidak mungkin membebani Changmin terus terusan kan. Setelah kemarin dia menyeret paksa Changmin untuk menemaninya liburan di Jeju dan curhat habis habisan padanya.

Cho Kyuhyun, namja tampan itu hanya bisa menghela nafas sambil mencoba untuk tersenyum walau bibirnya bergetar. Dia jauh lebih tegar dari sebelumnya kan, dia tak lagi membanting semua barang barang di kamarnya, tak lagi memaki sosok namja manis yang baru saja dia lihat di berita. Dia sudah mampu mengontrol emosinya yang berlebih dulu, karena dia sadar cepat atau lambat berita ini akan datang juga.

Kyuhyun berdiri dari duduknya, memakai kacamata hitam kesayangannya dan mulai berjalan keluar dari kamar. Kamar yang kini makin sepi sejak Sungmin teman sekamarnya memutuskan untuk tak lagi tinggal di dorm. Dia bisa apa, toh Sungmin bukan sesuatu yang mutlak miliknya. Sungmin masih punya keluarga yang pastinya punya hak lebih daripada dirinya. Dan lagi Sungmin bebas untuk menentukan pilihan hidupnya.

"Kenangan biarlah jadi kenangan" kata Kyuhyun sambil menutup pintu kamarnya.

Dia akan memulai hari barunya yang tanpa Sungmin ini. Mungkin akan lebih sulit dari yang Ia bayangkan tapi lebih baik Ia mulai mencoba kan, daripada terus terpuruk pada hal yang akan menyakiti dirinya sendiri.

"Hei Kyu, mau kemana kau?" sapa Donghae yang tak sengaja lewat di depan kamar Kyuhyun.

"Aku mau jalan jalan keluar" jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

"Sepertinya menyenangkan, aku ikut ya?" kata Donghae.

"Mian Hyung, aku sedang ingin sendiri dulu, bisa kan?" kata Kyuhyun dengan sedikit lembut, oke ini bukan Kyuhyun yang biasanya kan. Kyuhyun yang biasanya pasti lebih ceria dan tak pernah bersikap sopan pada Donghae. Tapi sekarang, Kyuhyun terlihat lelah dan berkata sangat formal pada Donghae.

"Sorry, aku tidak pernah menerima jawaban tidak" kata Donghae sambil menarik Kyuhyun turun ke lantai bawah.

.
...
.

Sampai di lantai bawah Donghae langsung menyuruh Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya. Kyuhyun sedikit mengernyitkan dahinya, Donghae akan menyetir mobil? Itu hal yang cukup mengkhawatirkan untuknya kan. Seluruh member juga tahu kalau Donghae tidak bisa mengemudikan mobil dengan baik, jadi kalau sekarang Donghae yang mengemudi mungkin saja hidup mereka berdua yang jadi taruhannya.

"Sudah masuk saja, jangan banyak berpikir" kata Donghae sambil memaksa Kyuhyun masuk ke mobil.

Deg

Mata Kyuhyun menangkap sosok namja manis yang tadi dia lihat diberita, sekarang sedang duduk di kursi pengemudi.

"Semoga sukses ~ " seru Donghae yang sedang berlari masuk kembali ke dalam gedung.

"Tidak mau memukulku Kyu, atau menampar mungkin seperti saat itu" kata Sungmin dengan nada sedih.

Kyuhyun memalingkan wajahnya, bukan ini jalan jalan santai yang Ia inginkan. Dia benar benar butuh sendiri, dan bukan dihadapkan lagi oleh sosok yang cukup membuatnya jadi gila belakangan ini. Ia bahkan lebih memilih untuk mengganggu Changmin dan diceramahi oleh namja jangkung itu daripada sekarang ini, duduk di dalam mobil bersama Sungmin.

"Aku sudah memutuskannya Kyu, jalan kita mungkin hanya sampai di sini, sebentar lagi aku akan menikah dan kuharap kau merestuiku"

"Kalau kau hanya mau mengatakan soal itu, kurasa lebih baik aku keluar dari mobilmu" kata Kyuhyun dengan nada yang datar. Tak ada kemarahan atau kekecewaan yang terdengar dari suara Kyuhyun, hanya datar tanpa ekspresi.

Hening, tak ada yang berbicara lagi setelah itu. Hingga Kyuhyun berinisiatif untuk segera keluar dari dalam mobil Sungmin. Tapi tangan kanan Sungmin langsung menghalangi Kyuhyun pergi.

"Bukan soal apa yang akan kau lakukan Lee Sungmin, tapi ini soal perasaan yang kau korbankan, aku sudah cukup bisa melepasmu tapi sepertinya kau malah mengencangkan ikatanmu padaku" kata Kyuhyun yang tangan kirinya sudah di pegang Sungmin dengan erat bahkan semakin erat.

"Aku sulit melakukan ini Kyu" kata Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan mata berkaca kacanya. Tapi sayangnya Kyuhyun terlalu sakit hati untuk memalingkan wajahnya ke arah Sungmin hingga Ia lebih senang menatap deretan mobil di samping kanannya.

"Bagaimana bisa kau berkata sulit kalau nyatanya kalian sudah merencanakan semuanya" kata Kyuhyun menanggapi.

Sungmin diam tapi pegangan tangannya masih mengencang, Kyuhyun benar, dirinya masih terus mengikat Kyuhyun dalam hatinya dan tak ingin melepaskan namja tampan itu untuk orang lain. Sedangkan dirinya sendiri mengencani yeoja lain, itu sangat egois sekali. Tapi mau bagaimana lagi, dia juga mencintai Kyuhyun dan juga mencintai Sa Eun. Mereka berdua adalah sosok terbaik dalam hidupnya kini.

Terkesan kurang ajar, namun hatinya tak bisa dipungkiri. Cintanya terbagi dua, dan dia harus memilih. Jalan normal atau sebaliknya.

Dan sekarang dia telah memilih untuk menjalani hidupnya dengan normal, tapi siapa yang tahu bagaimana hati seseorang. Sungmin memilih kenormalan untuk menjalani hidupnya karena tuntutan keluarga dan kodratnya sebagai namja, sedangkan hatinya sebaliknya. Sungminlah disini yang paling tertekan, batinnya terus berperang, dan sekarang fans menghujatnya. Ia ingin Kyuhyun mengertinya, namun Ia sadar telah menyakiti hati namja itu dengan sangat dalam.

Air matanya menetes turun dengan derasnya, dia sudah tidak kuat menghadapi ini semua. Tapi ini resiko yang harus Ia ambil.

Kyuhyun berbalik dan mendapati Sungmin telah menangis deras, hatinya ikut tersentuh mendapati pujaan hatinya kini sangat rapuh dan butuh pengertiannya. Hingga akhirnya Kyuhyun memeluknya dengan erat.

"Lepaskan aku hyung, jalani kehidupanmu dengan Sa Eun dan aku akan bahagia untuk kalian" kata Kyuhyun di sela isakannya yang lirih. Kyuhyun terlalu dewasa sebagai magnae, dia lebih memilih mengorbankan kehidupannya untuk kebahagian orang yang dicintainya. Itulah cinta sejati yang sesungguhnya.

"Kau bodoh! Bagaimana bisa aku bahagia sedangkan aku sudah menyakiti hatimu" kata Sungmin dengan sesenggukan.

"Kau sendiri tadi yang bilang padaku bahwa jalan kita sudah sampai disini, tapi kenapa kau mengingkari kata katamu sendiri Min"

Kata Kyuhyun sambil melepas pelukannya pada Sungmin. Ia bisa melihat wajah Sungmin dengan sangat dekat, matanya sembab dan pancaran matanya buram tak secerah dulu. Wajahnya nampak lelah dan itu sangat kentara, Kyuhyun sedih melihat itu semua. Angel-nya sudah tak bersinar secerah dulu.

Love that once hung on the wall
Used to mean something, but now it means nothing
The echoes are gone in the hall
But I still remember, the pain of december
Oh, there isn't one thing left you could say
I'm sorry it's too late

"Cinta kita sudah saatnya berakhir hyung, tak ada lagi yang tersisa dari setiap cerita manis kita, kau harus melanjutkan cerita ini bersama yang lain dan aku pula akan begitu" kata Kyuhyun sambil tersenyum dan menghapus air mata Sungmin yang terus mengalir tidak berhenti.

I'm breaking free from these memories
Gotta let it go, just let it go
I've said goodbye
Set it all on fire
Gotta let it go, just let it go

"Ini sangat sulit Kyu, ku mohon jangan biarkan aku pergi, ikat aku dalam cintamu Kyu, ku mohon" kata Sungmin. Tapi Kyuhyun hanya menggeleng.

"Mian hyung, ini sudah sangat terlambat bagi kita, kenapa dulu kau melakukan ini kalau akhirnya kau yang menyesal dan tersakiti" jawab Kyuhyun yang membuat bahu Sungmin melorot lemas.

Ini salahnya sepenuhnya, Ia terlalu tergiur keindahan Sa Eun dulu dan akhirnya harus terjebak dalam labirin yang Ia buat sendiri. Ia melupakan Kyuhyun yang terus setia padanya hanya untuk kesenangan pribadinya. Pertemuan saat itu memang tidak bisa di hindarkan, di saat Ia tidak yakin akan pernikahan ini tapi kedua keluarga telah menyetujui. Ia bisa apa selain ikut menyetujuinya.

Saat ini Ia belum siap untuk membeberkan semuanya, tapi orang tuanya terus mendesak untuk segera mengumumkan. Hingga akhirnya dia sendiri yang mengkonfirmasi ke media tentang pernikahannya.

You came back to find I was gone
And that place is empty, like the hole that was left in me
Like we were nothing at all
It's not that you meant to me
Thought we were meant to be

"Jangan bicara seperti itu Kyu, aku minta maaf jika itu terjadi tapi sungguh Kyu aku tak mau ini terjadi begitu cepat, aku mau kita bersama Kyu, ku mohon jangan melepaskanku" isak Sungmin sambil memeluk Kyuhyun.

"Jika kau seperti ini kasihan Sa Eun dan keluargamu hyung, mereka jelas sudah sangat bahagia akan menerima menantu seorang yeoja dan mungkin seorang cucu" kata Kyuhyun mencoba menenangkan Sungmin dengan mengesampingkan perasaannya yang terluka dalam.

"Kau membuat mereka masuk dalam kehidupan kita hyung dan mungkin ini sudah saatnya kau menjalani kehidupan sebagai namja normal dengan ikhlas" kata Kyuhyun lagi kini dengan meneteskan air mata.

Sungmin melemas, padahal Ia sudah siapkan segala pertahanannya untuk berbicara dengan Kyuhyun. Mencoba untuk melepaskan namja itu dari hidupnya, tapi hatinya tak sejalan dengan pikirannya. Perasaan cintanya malah datang dan membuatnya tak ingin melepaskan Kyuhyun dari hatinya. Dan kini Ia malah ingin Kyuhyun tak melepaskannya, mencoba mempertahankannya dan terus mencintainya.

I've broken free from those memories
I've let it go, I've let it go
And two goodbyes, lend you this new life
Don't let me go, don't let me go
Don't let me go, don't let me go, don't let me go

"Tak bisakah kau mempertahankanku Kyu, aku tak bisa hidup tanpamu" kata Sungmin.

"Masih ada Sa Eun yang akan menggantikan tempatku hyung" jawab Kyuhyun.

"Ku mohon Kyu, jangan seperti ini, lakukan sesuatu untuk kita" seru Sungmin sambil memegang kedua tangan Kyuhyun dengan erat.

"Melakukan apa lagi hyung? Tak ada yang bisa aku lakukan untuk kita, semuanya sudah terlambat" kata Kyuhyun dengan lemah.

Sungmin menggigit bibir bawahnya dengan kuat hingga setitik darah muncul dan mulai mewarnai bibir pinknya. Kyuhyun terkejut dengan apa yang dilakukan Sungmin, Ia mencoba melepaskan pegangan Sungmin untuk menghapus darah di bibir indahnya. Tapi Sungmin tak mau melepasnya dan terus memegang dengan erat tangan Kyuhyun.

"Ada yang bisa kita lakukan Kyu" kata Sungmin.

"Sudahlah hyung semuanya sudah terlambat" kata Kyuhyun.

"Katakan kau tak mencintaiku dan itu sudah cukup impas untuk aku bisa melepasmu" kata Sungmin yang langsung membuat Kyuhyun terkejut.

Jujur, Kyuhyun tak akan bisa mengucapkan kata itu, dia masih sangat mencintai Sungmin dan sejujurnya tak ingin melepaskannya. Tapi keadaanlah yang memaksanya untuk melakukan ini semua, kalau dia tidak cepat bertindak maka hatinya akan jauh berkali kali lipat sakitnya dan akan semakin sulit untuknya bisa melepas Sungmin.

"Perpisahan yang akan kita lalui berat hyung, mungkin aku tidak bisa mengatakan hal itu karena nyatanya aku sangat mencintaimu, tapi ku mohon padamu hyung lepaskan aku, pikirkan perasaanku yang sangat terluka ini" kata Kyuhyun sambil memandang Sungmin sendu.

"Aku akan katakan pada semua orang bahwa aku mencintaimu Kyu" kata Sungmin sambil menundukkan wajahnya.

Kyuhyun langsung menarik tangannya dan membuat Sungmin terkejut hingga mengangkat wajahnya untuk melihat Kyuhyun. Tatapan mata kecewa yang langsung menyambut Sungmin, apa Kyuhyun tak mau hidup bersama dengannya hingga dia malah kecewa dengan kata kata Sungmin barusan.

"Kalau kau melakukan hal itu aku yakin kau tak akan pernah melihatku lagi hyung" kata Kyuhyun dengan datarnya.

"Tapi Kyu aku sudah cukup gila dengan semua ini dan sekarang kau tak mau hidup bersamaku, apa lagi yang . . . " Kyuhyun langsung menaruh jari telunjuknya di atas bibir Sungmin.

"Aku bukannya tak mau untuk hidup bersamamu hyung, tapi kalau kau melakukan hal itu, sama saja kau menggali kuburan kita berdua hyung, biarlah semuanya seperti ini dulu kita jalani apa adanya, jikalau nanti ada yang bisa aku lakukan akan aku lakukan, tapi semua itu butuh proses hyung" kata Kyuhyun lembut.

"Ingat hyung, cinta kita ini masih sulit diterima, para fans saja kecewa dengan hubunganmu dengan Sa Eun lalu bagaimana dengan hubungan sejenis seperti ini" kata Kyuhyun lagi.

Sungmin langsung memeluk Kyuhyun, menangis keras di dada bidang namja yang Ia cintai ini. Dia tak tahu kalau Kyuhyun telah memikirkan semuanya, hingga tak mengambil sebuah jalan buntu. Kyuhyun bahkan lebih dewasa dibanding dengan dirinya yang berstatus hyung ini.

"Aku mungkin tak bisa berjanji untuk mempertahankanmu hyung, tapi biarlah aku berusaha melakukannya, mian aku terlalu keras kepala tadi" kata Kyuhyun dengan lirih.

I let it go, and now I know
A brand new life, this tale is rude
Where it's right, you always know
So this time, I won't let go
There's only one thing left here to say
Love's never too late

"Aku sejujurnya sulit untuk melepasmu hyung, rasa cinta yang kumiliki padamu sangat besar hingga aku tak bisa membendungnya lagi" lirih Kyuhyun lagi.

Sungmin tersenyum tipis dalam sela sela tangisnya, Ia bahagia akhirnya Kyuhyun mau berusaha untuk mempertahankannya. Katakanlah sekarang dirinya egois ingin terus mempertahankan Kyuhyun dan Sa Eun. Tapi dia sebenarnya hanya ingin meyakinkan dirinya saja, siapa yang sebenarnya akan bertahan untuk terus bersamanya, walau hatinya sebenarnya sudah ada jawabannya, Kyuhyun.

Namja itulah yang Sungmin inginkan, dia bahkan lebih mencintai Kyuhyun sekarang.

"Jangan lepaskan aku Kyu, aku jauh lebih mencintaimu" lirih Sungmin.

Won't let you go, don't let me go
Won't let you go, don't let me go
(Let Me Go - Avril Lavigne feat Chad Kroeger)

Mungkin saja ini belum berakhir, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti hyung, biarlah kita jalani semuanya dulu dan mungkin saja akan ada jalan lain untuk kita, batin Kyuhyun.

====000====

*cerita ini hanyalah sekedar fiksi, kalau ceritanya bertentangan dengan kenyataan aslinya, mianhae nee :)

Sedih dan kecewa, mungkin bukan cuma aku saja yang merasakannya kan. Tapi bila ini yang harus terjadi pasti Sungmin juga sudah memikirkannya dari A-Z resikonya, termasuk akan menyakiti hati Kyuhyun.

Tapi ayolah, kita kan belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, apa yang membuat Sungmin mengumumkan pernikahannya dengan Sa Eun. Kita juga tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya, dan kita juga tidak bisa apa apa kan. Apa yang membuat ini terjadi dan kenapa bisa terjadi, kita tidak ada di sana kan saat semua ini berlangsung, kita hanya tahu dari media. Apa drama percintaan ini hanyalah sebuah skenario atau bukan.

Aku sendiri sangat kecewa bahkan menangis seharian *oke ini lebay. Kita saja seperti ini bagaimana dengan Kyuhyun, apa yang terjadi dengannya. Bagaimana perasaannya, mungkin dia juga tidak bisa apa apa lagi. 

Kita berdoa yang terbaik saja bagi mereka, tapi aku tetap berharap KyuMin bukan Min dan Sa Eun. 


Rabu, 08 Oktober 2014

Download Album Winner 2014 S/S


Tracklist :

01. 공허해 (Empty)
02. 컬러링 (Color Ring)
03. 끼부리지마 (Don’t Flirt)
04. 걔 세 (I’m Him) – 민호 SOLO (Minho Solo)
05. 척 (Love is a Lie)
06. 고백하는거야 (Confession) – 태현 SOLO (Taehyun Solo)
07. 사랑하지마 (But)
08. Different
09. 이 밤 (Tonight)
10. Smile Again

Via 4shared :



Minggu, 05 Oktober 2014

My Naughty Boy

Summary : Dia namja yang cantik, tapi kelakuannya selalu membuat pusing orang lain. Sifatnya manja tapi hobinya membuat kerusuhan hingga mau tidak mau kekasih tampannya memberi pelajaran yang akan membuatnya kapok *mian summary gagal

Chapter : 1

"KIM JAEJOONG!!!"  suara menggelegar itu cukup membuat seluruh penghuni sekolah terdiam, seketika sunyi senyap kecuali untuk sang namja yang kini mengoceh tak jelas di dalam ruang guru. Sepertinya namja cantik kita satu ini sedang membuat kesalahan besar.

"YA! berhenti mengoceh" kata sang Seonsaeng yang kini sudah terengah engah karena teriakannya sendiri, seperti petir di siang bolong.

Jaejoong terdiam namun menatap datar Seonsaengnim yang kini gantian mengoceh sendiri, Jaejoong jengah selalu berhadapan dengan Seonsaengnim bawelnya itu. Tapi bukan hanya Jaejoong saja yang jengah melihat Seonsaengnimnya ini, bahkan hampir seluruh sekolah pun sebal dengan Seongsaengnim yang bernama Kim Heechul ini.

"Aish kenapa kau selalu membuat masalah Kim Jaejoong, untung saja Appamu itu salah satu penyumbang dana yang cukup besar kalau tidak sudah ditendang kau dari sekolah elit ini" gerutu Kim Heechul sambil menatap tak suka pada Jaejoong. Jaejoong hanya mendecih perlahan tapi masih cukup terdengar oleh Kim Heechul , hingga membuat Kim Heechul kembali murka.

"YA! tak sopan sekali kau, sudah bosan aku mengurusimu huh" teriak Heechul, Jaejoong hanya menghela nafas pelan seolah ini bukan beban berat untuknya.

"Aku juga bosan padamu, kenapa tidak Seonsaeng lain saja yang mengurusiku Kim songsaeng" jelas Jaejoong, Heechul mendelik tajam wajahnya sudah merah karena marah, namun segera di redamnya. Dia menarik nafas lalu menghembuskannya berkali kali, namun rasa marahnya tak kunjung mereda.

"Cukup Kim Jaejoong, besok bawa orang tuamu ke sini" kata kepala sekolah yang tiba tiba muncul di belakangnya, Jaejoong membalik badannya dan menatap takjub sang kepala sekolah, seringai tipis muncul di bibir Jaejoong. Memang inilah yang ia tunggu. Hooo, sepertinya namja cantik ini punya rencana lain.

"Tapi orang tua saya tak akan mau datang ke sini, acara sumbang dana saja di wakili apalagi untuk urusan sepele seperti ini" jelas Jaejoong, Kim Heechul dan kepala sekolah hanya menghela nafas perlahan, membenarkan ucapan Jaejoong.

"Kalau begitu walimu saja" kata Kim Heechul.

"Ne, aku akan membawanya ke mari besok songsaeng" jelas Jaejoong lalu dia keluar dari ruang guru yang beralih fungsi menjadi tempat penghukuman khusus untuknya. Kau sungguh spesial Kim Jaejoong.

Jaejoong berjalan santai tanpa peduli tatapan beberapa orang yang berada di luar kelas mereka, tubuh tingginya serta wajah cantiknya membuatnya menjadi pusat perhatian, apalagi matanya yang sekarang nampak berbinar semakin menambah kecantikan dari wajahnya. Tapi sayang Kim Jaejoong termasuk dalam daftar orang yang harus di hindari, selain hobinya yang suka membuat onar, dia juga cukup sombong. Oh tapi Jaejoong tak peduli dengan predikat itu, yang pasti siapapun pasti tidak akan bisa menolak pesonanya.

"Jae hyung" panggil seseorang di belakang Jaejoong, sontak Jaejoong langsung menoleh ke belakang dan langsung tersenyum lebar.

"Minnie" serunya sambil berjalan mendekat ke arah namja yang Ia panggil Minnie tadi.

"Issh, jangan panggil aku dengan panggilan aneh itu di sekolah Jae hyung" protes namja itu.

"Tapi itu terdengar manis untukmu Min -" Jaejoong langsung menghentikan bicaranya ketika namja yang sedang diajaknya bicara itu menatap tajam dirinya.

"Ne ne Shim Changmin" kata Jaejoong dengan senyum yang sudah memudar. Ia sangat tidak suka jika menyebut Changmin dengan nama aslinya, baginya nama itu terlalu panjang untuknya, melelahkan. Sepertinya Jaejoong tidak sadar kalau namanya juga panjang.

"Kau terlihat senang hyung" kata Changmin mengalihkan pembicaraan.

"Eumm, itu karena.. aah rahasia pokoknya Min" kata Jaejoong sambil tersenyum malu malu.

Changmin heran memandang hyung sekaligus sahabat baiknya itu. Bagaimana mungkin namja semanis dan selucu ini suka membuat onar di sekolah dan di luar sekolah. Benar benar membuat Changmin merasa heran.

"Aigoo hyung, kau itu tidak ada pantas pantasnya menjadi namja brandalan, mana ada namja brandalan suka bersikap manja seperti yeoja"

Mendengar kata kata Changmin, Jaejoong kembali merengut. Apa yang salah dengan itu semua, lagipula Jaejoong suka melakukan hal hal yang berbau namja, jelaslah kan dia memang namja. Apalagi memang hobinya itu suka membuat onar, rasanya dia benar benar senang setelah membuat onar di mana mana.

Tak lama sebuah mobil hitam berhenti tak jauh dari Jaejoong dan Changmin, tanpa perlu melihat siapa pengemudinya Jaejoong sudah tahu kalau mobil itu berhenti untuknya. Segera Ia berlari kecil menuju ke arah mobil itu dan meninggalkan Changmin yang melotot menatap Jaejoong.

"Dasar" gerutu Changmin sambil berjalan menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.

Sementara itu, Jaejoong sudah di samping mobil itu dan dengan antusias membuka pintu mobil itu. Sang empunya mobil tersenyum sumringah melihat orang yang memang ingin Ia jemput sudah berada di hadapannya.

"Joongie" kata sang empunya mobil. Jaejoong yang mendengarnya langsung tersipu, wajahnya merona dan terlihat begitu manisnya. Karena saking gemasnya, si empunya mobil langsung mencubit pipi Jaejoong hingga Jaejoong kembali mengerucutkan bibirnya imut.

"Sakit Yunnie" kata Jaejoong masih dengan mengerucutkan bibirnya.

"Aww Boo, kau mau aku cium ne" balas namja itu. Wajah Jaejoong langsung bersemu merah ketika mendengar kata kata itu. Tak lama setelah itu Ia kembali memandang namja yang berada di sampingnya.

"Yunnie besok datang ke sekolah ne, ada pertemuan dengan seonsaengnim" jelas Jaejoong. Namja yang di panggil Yunnie itu menatap Jaejoong dengan pandangan menyelidiki.

"Kau pasti nakal lagi ne" jawabnya.

"Anio Yunho~ah, seperti biasa aku hanya menyalurkan hobiku" jawab Jaejoong dengan tersenyum. Yunho menatap Jaejoong yang notabene telah menjadi kekasihnya itu dengan tatapan heran. Namja manisnya sangat nakal pikir Yunho. Tapi Yunho tersenyum kemudian melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.

Yah Yunho selalu membawa Jaejoong pulang ke rumahnya terlebih dahulu sebelum memulangkan namja cantiknya itu pulang ke rumahnya sendiri. Dan Jaejoong tak pernah keberatan dengan hal itu. Bermesraan dulu dengan kekasihnya bukan hal yang salah kan. Lagipula kedua orang tua Jaejoong sudah mengenal keluarga Jaejoong dengan baik, dan tentu saja mereka sangat menyukai Jaejoong.

-TBC-

Kamis, 02 Oktober 2014

Perjanjian!!


Summary : sebuah pertemuan tiba tiba yang tak sungmin sangka adalah Perjanjian yang membuat dirinya sudah di tandai oleh seorang devil tampan dari kerajaan Angelon. KyuMin slight HaeMin Jungmin

Chapter 1

Sungmin POV

Tatapan mata itu selalu memancarkan ketenangan setiap kali aku menatapnya, meski dari jauh pun tetap saja aku selalu merasa tenang. Tapi Menyedihkan kau Lee sungmin, hanya bisa menatapnya dari jauh melihatnya tersenyum bersama teman temannya. Aku memang tak berani mendekatinya, lihat saja dia begitu sempurna lagipula kita ini sama sama NAMJA, aku tak ingin dia jijik kepadaku karena mengiraku gay.

“Hah” lagi lagi hanya bisa kuhembuskan nafas pelan, dan berjalan berlawanan arah dengannya, namun sekali lagi ku tengok ke belakang menatapnya dalam diam kemudian aku pergi.

Aku melangkahkan kakiku menuju kelas 2-1, walau ini masih begitu awal untuk masuk kelas, biasanya murid yang lain akan datang 5 menit sebelum masuk dan ini masih setengah jam awal. Aku mendudukan diriku perlahan di kursi paling belakang, tempat favoritku dimana tak akan ada yang bisa menggangguku melakukan kegiatanku, menulis kisah tentang dirinya. Kisah seorang namja tertampan di sekolah yang bernama Cho Jungmo, sekali lagi aku menulis kisah tentangnya, membuatnya seolah adalah pangeran di kehidupanku.

Kriieetttt

Aku terlonjak kaget, tak biasanya ada murid kelas 2 yang sudah datang jam jam ini, aku pandang pintu kelasku yang terbuka perlahan itu, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, jujur perasaan takutku telah mendominasi diriku.


Dia masuk dengan cepat setelah memastikan tidak ada siapapun kecuali aku, di tutupnya cepat pintu kelasku, jangan tanyakan kenapa aku diam, karena aku tak bisa bicara sama sekali jantungku semakin cepat berdetak karena sekarang seorang pangeran sekolah Cho Jungmo ada di hadapanku berjalan ke arahku dan menatapku.

“Kau Lee Sungmin ne” katanya sambil mendudukan dirinya di kursi sebelahku, segera aku menutup buku dan menyimpannya di bawah pantatku.

“N-ne sunbae” kataku pelan namun aku menunduk tak berani menatap matanya.

“Tak perlu gugup Minnie, pandang saja aku” katanya lagi, segera aku naikkan wajahku perlahan, melihat wajah tampannya yang sedekat ini denganku malah membuatku ingin pingsan rasanya.

“Coba sejak dulu aku melakukan ini padamu, kau tak akan pernah merasa cintamu tak terbalas, kau sebenarnya sangat manis Minnie, coba lepaskan kacamatamu dan pakailah ini” katanya yang membuatku tersipu, dia segera melepas kacamataku dan membantuku memakai contact lens berwarna biru. Dia memandangku lama setelah selesai membantuku memakai contact lens, jantungku semakin berdebar ketika dia tersenyum kepadaku.

“Benar kan kau begitu manis, sekarang biar aku rapikan rambutmu” katanya lagi, namun aku menolak.

“Ayolah Minnie kau kan akan menjadi namjachinguku jadi kau harus tampak manis jika berjalan denganku, kita tunjukkan pada seisi sekolah bahwa kau milikku” kata katanya yang membuatku kaget dan benar benar membuat pipiku merona.

Aku hanya diam membiarkan dia mengoatik atik rambutku bahkan ia ingin mengecat rambutku dengan spray blonde, tapi aku menolaknya dengan halus hingga akhirnya dia pasrah dan tidak jadi mengganti warna hitam rambutku. Sekitar 5 menit kemudian dia selesai dan memintaku melihat wajahku sendiri.

“Ini a-aku” kataku sendiri, aku tak percaya aku akan semanis ini, benarkah ini wajahku padahal yang di rubah hanya rambut dan kacamataku saja.

“Mulai sekarang kau adalah milikku, jangan ada orang lain di hatimu”

Cup

“Anggap ciuman singkat ini menandakan hubungan kita di mulai” katanya lagi yang membuatku langsung merona, aku suka di perlakukan seperti ini, aku tak menyangka perasaanku yang sudah lama aku pendam terbalaskan.

“Aku kembali ke kelasku dulu ne chagi, nanti istirahat aku datang lagi” katanya lagi namun kali ini dia mencium keningku lalu pipiku yang gembul.

Dia pergi meninggalkan aku yang tengah mematung karena kaget, seklias muncul senyum tipis di bibir semerah cerryku. Aku? Menjadi kekasih seorang Cho Jungmo? Apa ini nyata? Ku tepuk tepuk pipiku dan kucubit lenganku.

"Awwww" ternyata sakit, berarti aku tidak bermimpi. Ya Tuhan, aku senang sekali.

Tanpa sadar aku melompat lompat girang seperti seorang yeoja yang baru saja jadian. Beberapa orang yang baru saja masuk dan melihatku langsung terdiam mematung, aku menghentikan kegitanku tadi yang sangat memalukan itu. Uh, seharusnya aku tidak terlalu lebay begitu, sekarang malah membuatku malu kan.

"Kau merubah penampilanmu, hyung?" tanya Ryeowook yang segera berjalan menuju ke arahku. Aku bukannya langsung menjawab pertanyaan Ryeowook tapi malah langsung memeluknya erat.

"Eoh hyung, lepaskan aku, kau mau membunuhku!" seru Ryeowook, aku segera melepas pelukan eratku karena kembali lagi beberapa teman sekelasku mulai memperhatikanku lagi.

"Kau tahu Wookie, sekarang aku punya namjachingu" kataku pada Ryeowook yang langsung membuatnya terkejut.

"Memang siapa namjachingumu hyung?" tanya Ryeowook.

Aku mendekatkan bibirku ke arah Ryeowook "Dia Cho Jungmo, wookie" kataku.

"MWO, JUNGMO?" teriak Ryeowook dan aku langsung membekap mulutnya itu.

"Dan dia yang merubah penampilanku, lihat aku tampan dan manis kan" kataku pada Ryeowook.

Tapi dia sepertinya masih syok hingga tak menjawab kata kataku.

"Kau serius hyung? Cho Jungmo si pangeran sekolah itu kah?" tanya Ryeowook yang sepertinya tidak percaya.

"Ne, aku serius Wookie, dia tadi datang kemari dan menciumku" ceritaku pada Ryeowook, dia sempat syok beberapa saat lalu tersenyum seolah ikut bahagia denganku. Tiba tiba dia memelukku dengan erat.

"Chukae ne hyung, akhirnya kau dapatkan cintamu" kata Ryeowook. Aku hanya mengangguk dan pipiku kembali bersemu merah.

"Jangan senang dulu" tiba tiba senyumku memudar ketika Kibum yang duduk di meja sebelahku mengatakan hal itu. Dia berkata tanpa berpaling dari buku kesayangannya.

"Waeyo Bummie?" tanyaku.

"Bukannya aneh ya hyung? dia tiba tiba datang, menciummu dan mengatakan dia juga mencintaimu, dan semua itu terjadi dalam waktu singkat" kata Kibum yang kini sudah beralih memandangku, yaah, Kim Kibum adalah murid terpandai di sekolah ini, analisisnya selalu benar dan dia orang yang kritis dalam menanggapi sesuatu. Tapi kata katanya selalu pedas dan tidak memikirkan perasaan lawan bicaranya.

"Coba pikirkan lagi hyung, jangan sampai kau menjadi bahan permainan manusia satu itu" katanya yang sepertinya sudah sangat mengenal Jungmo.

"Sudahlah Bummie, biarkan mereka jalani dulu lah, jangan menakut nakuti Sungmin hyung seperti itu, Jungmo sunbae kan tidak seperti itu" bela Ryeowook.

"Okelah kalau begitu, terserah kalian saja" kata Kibum akhirnya sambil kembali menekuni buku kesayangannya.

Aku segera duduk di kursiku, begitu pula Ryeowook yang langsung mendudukan dirinya di kursinya tepat di sebelah kananku. Aku sedikit memikirkan perkataan Kibum, apa benar yang dikatannya itu. Aku sendiri bingung harus percaya atau tidak, soalnya Kibum hampir tak pernah salah.

"Sudahlah hyung jangan dipikirkan, yang penting sekarang fokuslah pada hubungamu" kata Ryeowook, sontak aku tersenyum memandang Ryeowook. Benar juga apa kata Ryeowook, aku harus fokus pada hubunganku dan akan kutunjukkan pada Kibum kalau kata katanya kali ini salah. Dia juga manusia kan, masih bisa salah.

"Ne Wookie" kataku pada Ryeowook.

"HEI! Lee Sungmin" aku terkejut ketika mendengar sebuah suara memanggilku dengan kerasnya, segera aku menengok ke arah depan kelas. Ku lihat beberapa orang berjalan mendekat ke arahku, reflek aku beringsut mundur. Setahuku mereka adalah beberapa sunbaeku, ada satu yang aku kenali, dan namja itu sangat sering bersama dengan Jungmo, namanya Lee Donghae.

Sekarang mereka sudah berada di hadapanku, memandangku tajam dan tanpa berkedip. Aku sudah takut kalau saja mereka akan menghajarku sebentar lagi. Salah seorang dari mereka mengulurkan tangannya mendekat ke arah wajahku, reflek aku langsung menutup mataku. Tapi . . .

"Dia manis juga, tentu saja tanpa kacamata dan rambut rapinya" kata orang itu sambil memegang wajahku.

"Benar kan, kan sudah aku katakan kalau dia itu sebenarnya manis" kata orang lain lagi.

"Mi-mianhae, ini ada apa ya?" tanyaku.

Mereka semua langsung memandangku tanpa melepas wajahku, kecuali Donghae yang nampak tak peduli. Lalu untuk apa dia disini kalau nyatanya dia nampak tidak begitu peduli denganku.

"Ani, hanya ingin melihatmu, apa kau tidak tahu, kau sedang menjadi trending topic di sekolah ini" kata namja itu.

"Mwo?"

"Hei Hei Hei!! Kalian anak kelas 3 kenapa di sini" semua orang langsung menengok ke arah depan kelas, di sana sudah berdiri Kim Sonsaeng yang nampak marah karena di acuhkan. Eh, sejak kapan dia berada di sana, aku tak melihatnya sama sekali.

"Mianhae Kim Sonsaeng, kajja" kata Donghae yang sejak tadi diam. Mereka langsung pergi begitu saja, tapi salah seorang dari mereka menatapku kembali, dan mengedipkan sebelah matanya.

"YA! YA! Choi Siwon apa apaan kau, cepat kembali ke kelasmu" ooh, jadi namja tadi bernama Choi Siwon. Aah, sudahlah, sekarang lebih baik aku fokus ke pelajaran dulu. Uh, aku sudah tidak sabar untuk segera istirahat dan bertemu Jungmo.

.
.
.

“Ugh, kapan sih istirahatnya aku ingin ke toilet ini, ah sekarang saja ah” kataku sambil bangkit dan menuju ke tempat Kim Songsaengnim menulis di papan tulis.

“Kim Songsaeng, saya ijin ke toilet ne” kata ku sopan, kulihat Kim songsaengnim hanya mengangguk sambil kembali melanjutkan kegiatannya. Aku berjalan cepat menuju toilet dekat kelasku, namun penuh, akhirnya aku putuskan menuju ke toilet anak kelas 3 di lantai atas, aku sedikit deg degan Karena yang akan aku lewati adalah kelas Namjachinguku sendiri.

Aku hanya tersenyum sendiri bila mengingat kejadian tadi pagi, eh aku malah lupa mau ke toilet, segera aku masuk ke dalam toilet yang sepi itu dan masuk ke dalam salah satu bilik. Segera ku selesaikan acara sakralku ini.

Cklek Tap Tap Tap

“Jungmo, kau serius dengan namja itu” kuurungkan niatku untuk membuka pintu bilik ini ketika aku mendengar nama namjachinguku di sebut oleh seseorang.

“Molla, aku tak begitu serius dengan namja itu, hei lagipula aku hanya bermain main dengannya, bukannya kalian tahu kalau aku sudah punya Kibum” aku menutup mulutku tak percaya mendengar pengakuan yang sangat menyakitkan itu. Dia hanya mempermainkanku, Kibum apa mungkin yang Ia maksud adalah Kim Kibum sahabatku, teman paling setiaku menusukku dari belakang, kau memang sangat kasihan Lee Sungmin, kau terlalu bermimpi menjadi kekasih seorang Cho Jungmo. Pasti tadi Kibum tertawa di balik kata katanya yang memperingatiku, dia merasa sangat kasihan padaku karena hanya dipermainkan kekasihnya itu.

“Sudahlah, kajja kita kembali ke kelas”

Tap Tap Tap Cklek

“Hiks” satu air mataku lolos dengan sempurna, meninggalkan jejak yang sangat jelas terlihat.

“Kau tega sekali sunbae mempermainkanku, Tuhan apa salahku, apa yang salah denganku, hiks” kataku lagi di sela sela tangisanku. Ku dudukkan diriku di dudukan toilet, kututup wajahku dengan kedua tanganku.

‘Cih, cengeng sekali’ aku tersentak kaget, aku kira itu Jungmo namun ternyata bukan, malah ada seorang namja di depanku sambil menyilakan tangannya di dada menatapku seolah meremehkanku. Dia lumayan tampan, tubuhnya juga tinggi, tapi kulitnya sangat pucat. Tapi tunggu dulu, bukankah aku masih ada di dalam bilik, pintu aku kunci lalu kenapa orang ini ada di depanku.

“AARRRGGHHHT” aku kaget dan aku jatuh terduduk lalu kurasakan semuanya gelap.

Sungmin POV End

TBC

Selasa, 30 September 2014

Kyuhyun Solo SS6 My Thoughts Your Memories (Changmin lirik) - Lirik [Rom-Eng-Ind]

Romanzation

Eon sae neorul tteobonaego
myeotbeone gyejeori jinagasseo
jugeulgocheoreom apahaetteon gaesumdo
joseumssik moteojyo gwaenchanajideora
Neo anin tareun nugunga
nae ane damaboryeo haetjiman
nugeul mannado jidokhage saranghamadeon
yejeone nae moseubeun eopdeora
Mani udgo uldeon geu sijeol uri deul
Sul han jane mudeojuryeoneun chingudeul
Meotjjeokeundeut gogaesukyeo utgomaneun
Jigeum urineun geudaereul ijeungolkka?
Babogatteon naega neomu eoryeotteon naega
Miryeonaesseo geuge neol wihan irira saengakhaesseo
Jogeuman jogeuman tto neol neutge mannatteoramyeon
Eojjeomyeon heeojiji annasseulkka?
Babogatteon naege neomu eoryeotteon naege
Useojudeon neoneun
Naegen kkumieotgo jeonbuyeosseo
Apado nae gyeoteseoman
Haengbokhan neol arattamyeon
Eojjeomyeon heeojiji annasseulkka?
Ajikdo saranghago isseosseulkka?



English

Before I knew it, I had left you and sent you away
Several seasons have passed by
The feelings which had hurt like I was going to die
Have gradually dulled and become okay
Although I had strive to try to let somebody else who is not you enter and stay within me
No matter who I meet with
There were no traces of the side of the past me who has loved fiercely
At that time the both of us laughed and cried many times
My friends tried to bury me in a round of drinks
I used to bow my head and laugh as if I were shy
Have the us now forgotten those times?
The me who had been like a fool, the me who was too young pushed you away
I thought that that was something I did for your sake
If I had met you just a little, just a little later
Would we perhaps have not have broken up?
The you who had smiled to the me who had been like a fool, to the me who was too young
Was a dream to me and my everything
Even if it hurt, if I had known that I would only be happy by your side
Would we perhaps have not have broken up?
Would we perhaps still be loving each other?
mekorean.blogspot.com

Indonesia

Sebelum aku menyadarinya, aku telah meninggalkanmu dan membiarkanmu pergi
Beberapa musim telah berganti
Perasaan sakit yang kurasakan seperti ku ingin mati
Secara perlahan hilang dan aku baik baik saja
Meskipun aku mencoba untuk membiarkan seseorang yang bukan dirimu masuk dan bersamaku
Tak peduli siapa yang aku temui
Disana tidak ada jejak sisi masa laluku yang telah memberiku kasih
Dimana kita tertawa bersama dan menangis berkali kali
Teman temanku mencoba untuk menguburku dalam putaran minuman
Ku tundukan kepalaku dan tertawa seolah olah aku sedang malu
Akankah sekarang kita berdua melupakkan saat saat itu?
Saat aku telah menjadi orang yang bodoh, aku yang terlalu muda untuk mendorongmu pergi
Aku berpikir bahwa sesuatu yang kulakukan adalah untukmu
Jika saja aku bertemu denganmu lebih cepat, sedikit lebih cepat
Akankah kita mungkin belum berpisah?
Kamu yang tersenyum pada orang bodoh sepertiku, padaku yang masih terlalu muda
Adalah mimpi untukku dan segalanya untukku
Meskipun ini menyakitkan, jika aku tahu bahwa aku hanya akan bahagia di sisimu
Akankah kita mungkin belum berpisah?
Apakah kita mungkin masih saling mencintai?


Saat dengar lagunya Kyuhyun yang ini, yang kebetulan liriknya di tulis oleh Changmin rasanya dalem banget maknanya. Apalagi pas banget kalau di nyanyiin Kyuhyun yang kayaknya sedang ada masalah sama Sungmin ya. Kalau tidak salah pemberitaan Sungmin yang tengah menjalin hubungan dengan seorang yeoja bernama Kim So Eun dan KyuMin yang sedang mencoba untuk saling berjauhan karena Sungmin sebentar lagi akan pergi WaMil selama 2 tahun. Nah, langsung nih para JOYers (KyuMin shipper) nyangkut nyangkutin makna lagu ini sama perasaan Kyuhyun yang hancur saat Sungmin telah berpacaran dengan yeoja. Tapi ini semua masih menjadi praduga para JOYers karena kebenarannya pun masih abu abu. Entah ini memang sengaja atau mungkin hanya kebetulan. 

Aku sendiri pun sempat shock hebat (lebay) saat tahu kalau Sungmin telah menjalin hubungan dengan So Eun. Bagaimana dengan KYUMIN is Real selama ini? begitu pikiran awalku. Apa para KyuMin Shipper (JOYers) masih akan terus mendukung hubungan yang nyatanya sekarang Sungmin sendiri sedang berpacaran dengan serang yeoja. Aku sebenarnya sempat membenci Sungmin karena masalah ini, tapi ayolah kita bisa berpikir lebih jernih lagi kan. Kalau kita memang benar benar JOYers sejati, pasti tidak akan mudah terombang ambing dengan berita seperti ini. Kita tetap mendukung kalau KyuMin is Real, NO DOUBT!!!.  

Tapi kalau menurutku pasti ada sesuatu yang janggal dengan semua ini. Ini SM Ent lho, selalu ada aja cara untuk melakukan sesuatu yang membuat semua orang terkejut. Dan nggak cuma aku aja yang merasa kalau ini semua ada unsur setting-an.

Aaah, semoga saja berita ini tidak membuat para JOYers mundur ya, kita akan tetap berada di belakang KyuMin untuk mendukung hubungan mereka.

Apapun yang kita dengar, apapun yang kita lihat, KyuMin is Real. Tidak ada lagi yang bisa meragukan itu.

JOYers


Rabu, 24 September 2014

Lirik Winner - Empty

위너  -   공허해
Winner - Empty
Winner - Kosong

거울 속에 내 모습은 
geoul soge nae moseubeun
Aku melihat bayanganku di cermin

텅 빈 것처럼 공허해
teong bin geotcheoreom gongheoae
Begitu kosong, seolah-olah tidak ada di sana

혼자 길을 걸어봐도
honja gireul georeobwado
Aku menyusuri jalan sendirian

텅 빈 거리 너무 공허해
teong bin geori neomu gongheoae
Tapi jalan ini kosong, terasa begitu kosong

Da ra dat dat dat dat dat dat,

Baby don’t worry
Sayang jangan khawatir

너란 꿈에서 깬
neoran kkeumaeseo kaen
Setelah bangun dari mimpimu



현실의 아침은 공허해
hyeonsireui achimeun gongheoae
Pagi yang nyata ini terasa begitu kosong


아침을 맞이 하면서 다시 자각해
achimeul maji hamyeonseo dasi jagakhae
Seperti yang aku hadapi pagi hari, kuhindari sekali lagi

날 깨워주는 건 네가 아닌 알람벨
nal kkaewojuneun geon nega anin allambel
Yang membangunkanku bukan kamu tapi bel bel alarm

빌어먹을 침대는 왜 이리 넓적해
bireomeonkeul chimdaeneun wae iri neorpjeokhae
Mengapa tempat tidur begitu besar?

허허벌판 같은 맘에 시린 바람만 부네
heoheobeolpan gateun mame sirin baramman bune
Di gurun hatiku yang luas, hanya angin bertiup dingin


나는 빈 껍데기 너 없인 겁쟁이
naneun bin kkeobdaegi neo eobsin geopjaengi
Aku seperti cangkang kosong dan pengecut tanpamu

주위 사람들의 동정의 눈빛이
juwi saramdeurui dongjeongui nunbichi
orang-orang disekitarku melihatku dengan kasihan

날 죽게 만들어 No! what a day
nal jukke mandeurui No! what a day
Ini membunuh kub bukan hati yang baik

하루 시작 하기 전에 무심코 본
haru sijak hagi jeone musimko bun
Sebelum memulai hariku, tanpa berpikir aku melihat . . .


거울 속에 내 모습은 텅 빈 것처럼 공허해
geoul soge nae moseubeun tong bin gotcheoreom gongheoae
Aku melihat bayanganku di cermin

(미소가 없어 표정엔)
(misogi eobseo pyujeongaen)
(Tidak ada senyum di wajahku)

혼자 길을 걸어봐도 텅 빈 거린 너무 공허해
honja gireul georeobwado teong bin georin neomu gongheoae
Aku menyusuri jalan sendirian

(내 마음처럼 조용해)
(nae maeumchereom joyonghae)
(Tenang seperti hatiku)

Da ra dat dat dat dat dat dat Baby don't worry
Da ra dat dat dat dat dat dat Sayang jangan khawatir

(Da dat dat dat da ra)

너란 꿈에서 깬 현실의 아침은 공허해
neoran kkomeseo kkaen hyeonsireui achimeun gongheoae
Setelah bangun dari mimpimu pagi yang nyata ini terasa begitu kosong

(내 마음이 너무 공허해)
(nae maeumi neomu gongheoae)
(Hatiku terasa begitu kosong)


끝이 났네요 나의 그대여
kkeuti nanneyo naui geudaeyo
Sudah berakhir, cintaku

어디 있나요 이제 우린
eodi innayo ije uri
Dimana kita sekarang?

추억이 됐죠 행복 했어요
chueogi dwaejyo haengbok haeseoyo
Sekarang kita hanya kenangan

날 잊지 말아요 또 다시 만나요
nal ijji marayo tto dasi mannayo
Aku sangat senang, jangan lupakan aku, mari kita bertemu lagi


좋았던 날들과 슬펐던 날들
johatdeon naldeulgwa seulpeotdeon naldeul
Hari baik dan hari sedih

힘들었던 날들과 행복했던 날들
hamdeuleotdeon naldeulgwa haengbokhaetdeon naldeul
Hari sulit dan hari hari bahagia

이젠 지나 가버린 시간 속에 추억이 되어
ijen jina gabeorin sigan soge chu eogi dwieo
Sekarang menjadi kenangan masa lalu

과거에 머물러 있는 그대와 나는 over
gwageoe meomulli itneun geudaewa naneun over
Aku dan kamu di masa lalu sekarang telah berakhir

현실로 돌아온 것 같아
heonsillo doraon geot gata
Sekarang aku kembali ke kenyataan

삶의 이유가 사라져 머리가 복잡해
salmui iyoga sarajyeo meoriga bokjaphae
Alasanku untuk hidup hilang, kepalaku kebingungan

아침에 눈을 뜨면 가슴이 텅 빈 것 같이
achime nuneul ddeumyeon giseumi teong bin geot gati
Ketika ku membuka mataku pada pagi hari, hatiku serasa kosong

공허함을 느껴 너를 만나기 전과 똑같아
gongheohameul neukkyeo neoreul mannagi jeongwa tteokgata
Kurasakan kekosongan, sama seperti yang aku rasakan sebelum aku bertemu denganmu


거울 속에 내 모습은 텅 빈 것처럼 공허해
geoul soge nae moseubeun tong bin gotcheoreom gongheoae
Aku melihat bayanganku di cermin

(미소가 없어 표정엔)
(misogi eobseo pyujeongaen)
(Tidak ada senyum di wajahku)

혼자 길을 걸어봐도 텅 빈 거린 너무 공허해
honja gireul georeobwado teong bin georin neomu gongheoae
Aku menyusuri jalan sendirian

(내 마음처럼 조용해)
(nae maeumchereom joyonghae)
(Tenang seperti hatiku)

Da ra dat dat dat dat dat dat Baby don't worry
Da ra dat dat dat dat dat dat Sayang jangan khawatir

(Da dat dat dat da ra)

너란 꿈에서 깬 현실의 아침은 공허해
neoran kkomeseo kkaen hyeonsireui achimeun gongheoae
Setelah bangun dari mimpimu pagi yang nyata ini terasa begitu kosong

(내 마음이 너무 공허해)
(nae maeumi neomu gongheoae)
(Hatiku terasa begitu kosong)


끝이 났네요 나의 그대여
kkeuti nanneyo naui geudaeyo
Sudah berakhir, cintaku

어디 있나요 이제 우린
eodi innayo ije uri
Dimana kita sekarang?

추억이 됐죠 행복 했어요
chueogi dwaejyo haengbok haeseoyo
Sekarang kita hanya kenangan

날 잊지 말아요 또 다시 만나요
nal ijji marayo tto dasi mannayo
Aku sangat senang, jangan lupakan aku, mari kita bertemu lagi


아직 아른거려요 눈을 감으면 점점
ajik areungeoryeoyo nuneul gameumyeon jeomjeom
Kamu masih berkedip sebelum aku, ketika aku menutup mata

무뎌 지겠죠 시간이 지나면
mudyeo jigetjyo sigani jinamyeon
Tapi aku akan merasa kurang dan kurang seiring berjalannya waktu

후회하지는 않아요 좀 아쉬울 뿐이죠
huhoehajineun anhayo jom aswiul ppunijyo
Aku tidak menyesal, hanya sedikit sedih

보고 싶지는 않아요 그대가 그리울 뿐이죠
bogo sipjineun anhayo geudaega geuriul ppunijyo
Aku tidak merindukanmu, aku hanya mengenangmu


예전 같지 않은 내 모습이 점점 두려워
yeojeon gatji anheun nae moseubi jeomjeom duryeowo
Aku semakin takut karena aku tidak seperti diriku yang dulu

(미소가 없어 표정엔)
(misoga eobseo pyojeongen)
(Tidak ada senyum di wajahku)

약해져만 가는 내 자신을 보기가 무서워
yakhaejyeoman ganeun nae jasineul bogiga museowo
Aku takut melihat diriku semakin lemah

(내 마음처럼 조용해)
(nae maeumcheoreom joyonghae)
(Tenang seperti hatiku)

네가 없는 내 주위는 공기 조차 무거워
nega eomneun nae juwineun gonggi jocha mugeowo
Tanpamu, bahkan udara di sekitarku terasa berat

(Da ra da ra ra ra ra dat)

너란 꿈에서 깬 현실의 아침이
neoran kkumeseo kkaen hyeonsirui achimi
Ini pagi yang nyata

끝이 났네요 (끝이 났네요)
kkeuchi nanneyo (kkeuchi nanneyo)
Ini berakhir (Sudah berakhir)

나의 그대여 어디 있나요 (어디 있나요)
naui geudaeyeo eodi innayo (eodi innayo)
Cintaku, dimana kamu? (Dimana kamu?)

이제 우린
ije urin
Kita sekarang

추억이 됐죠 행복했어요 (행복했어요)
chueogi dwaetjyo haengbokhaesseoyo (haengbokhaesseoyo)
Hanya kenangan, aku bahagia (Aku bahagia)

잊지 말아요 (잊지 말아요)
itji marayo (itji marayo)
Jangan lupakan aku (Jangan lupakan aku)

다시 만나요
dasi mannayo
Mari kita bertemu lagi